Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Wabah Virus Corona

Okupansi Semakin Anjlok, Industri Perhotelan di Semarang Terapkan Libur Bergantian Bagi Karyawan

Penyebaran virus corona semakin hari membuat industri perhotelan mengalami keterpurukan.

Penulis: Ruth Novita Lusiani | Editor: muh radlis
Istimewa/Hotel Grand Candi Semarang
ILUSTRASI - Deluxe Room Hotel Grand Candi Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penyebaran virus corona semakin hari membuat industri perhotelan mengalami keterpurukan.

Okupansi hotel juga semakin menurun dari hari ke hari membuat para pelaku bisnis industri perhotelan harus memutar otak untuk meminimalkan kerugian yang ada.

Public Relation I/C Hotel Santika Semarang, Anna Maria mengatakan saat ini Hotel Santika mengalami penurunan tingkat okupansi hingga 70 persen.

1 Balita di Purbalingga Dinyatakan Positif Virus Corona, Pernah Diajak Neneknya ke Jakarta

Imam Suroso Meninggal, Ganjar Kenang Almarhum: Humoris, Sering Guyon Anda Tidak Cocok Bekerja di Air

Sudjiwo Tedjo Minta Presiden Jokowi Cuti dan Maruf Amin Pimpin Lawan Virus Corona, Ini Alasannya

Demi Hilangkan Wabah Virus Corona, Donald Trump Telepon Presiden China Xi Jinping, Ini Jawaban Xi

“Untuk okupansi Hotel Santika saat ini, penurunannya sangat signifikan sekali hingga 70 persen,” ungkap Anna kepada Tribun Jateng, Jumat, (27/3/2020).

Oleh karena itu, Anna mengatakan saat ini Hotel Santika menerapkan sistem libur bergantian bagi para karyawannya dengan sistem menghabiskan masa cuti, bagi para karyawan yang sudah memiliki jatah cuti.

Sedangkan bagi karyawan yang memiliki jatah cuti terbatas, bertugas melakukan back up di bagian operasional.

“Kami juga memiliki siasat lain dengan cara meminimalisir pengeluaran, contohnya seperti menghemat dengan mematikan listrik yang tidak terpakai,” tambahnya.

Sedangkan untuk langkah yang dilakukan Hotel Santika demi mengangkat okupansi saat ini yakni dengan masih menjual kamar dari online travel dengan penawaran harga spesial.

Anna tentunya berharap kedepan kondisi industri perhotelan dan lainnya dapat segera membaik dan stabil kembali.

Penurunan tingkat okupansi ini juga dirasakan oleh Grand Candi Hotel Semarang.

“Saat ini okupansi di Grand Candi Hotel masih sangat rendah dan semakin menurun dari hari ke hari.

Maksimal hanya mencapai 20 persen tingkat huni saja,” ungkap Public Relations Grand Candi Hotel, Azkar Rizal Muhammad.

Upaya Grand Candi Hotel untuk meningkatkan okupansi yaitu terus melakukan campaign bahwa Grand Candi Hotel adalah tempat yang aman dan steril dari Covid-19 dengan terus melaksanakan prosedur keselamatan dan kesehatan seperti pengecekan suhu tubuh, penyemprotan disenfectan di setiap area hotel secara berkala, penyediaan masker, dan penyediaan hand sanitizer di beberapa titik hotel.

Grand Candi Hotel juga membuat harga kamar yang cukup terjangkau bila melakukan reservasi langsung di www.grandcandihotel.com dengan harga Rp 500 Nett, serta memberikan layanan pesan antar makanan tanpa ongkos kirim dengan maksimal jarak 10 Km dari hotel.

Adanya penurunan okupansi yang terus terjadi ini, pihak Grand Candi Hotel membuat kebijakan yang berlaku untuk karyawan dan di lingkungan hotel.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved