Wabah Virus Corona

Stop Penyemprotan Disinfektan ke Orang, Pakai Masker Kalau Keluar, Ganjar: Saya Doakan Semua Sehat

"Tolong kalau bisa hindari penyemprotan. Kalau memang harus dilakukan, semprotlah di benda-benda mati yang sering dipakai...

Tribun Jateng/Rifqi Gozali
Pengendara ojol tengah memanfaatkan bilik disinfektan drive-thru atau lantatur di depan kantor BLK Surakarta, Rabu (1/4/2020). 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta seluruh masyarakat menghentikan penyemprotan cairan disinfektan ke tubuh manusia.

Sebab, hal itu sangat berbahaya dan dapat berakibat pada kesehatan.

Saat ini, kata dia, masih banyak di beberapa tempat, penyemprotan dilakukan pada manusia.

"Saya melihat di desa-desa, banyak sekali penyemprotan. Saya minta, hentikan penyemprotan pada orang, apalagi penyemprotan dilakukan tanpa ada pelindung diri. Itu bisa membahayakan," kata Ganjar, melalui siaran pers, Rabu (1/4/2020).

Kasus SP Pemilik Pesantren Nikahi Bocah 7 Tahun, Adakah Kekerasan Seksual? Ini Hasil Visumnya

10 Orang Meninggal Terinfeksi Corona setelah Hadiri Tabligh Akbar, Peserta Terlantar karena Lockdown

Setelah Amerika Babak Belur, Donald Trump Bicara Berbeda Soal Virus Corona : Itu Ganas

WHO Sebut Virus Corona di Asia Baru Permulaan: Ini Akan Jadi Pertempuran Jangka Panjang

Berdasarkan informasi yang ia dapat dari pakar kesehatan, penyemprotan cairan disinfektan kepada manusia, akan berdampak buruk bagi kesehatan.

Apabila cairan itu masuk ke hidung kemudian ke paru-paru, maka akan menimbulkan sejumlah penyakit di masa yang akan datang.

"Tolong kalau bisa hindari penyemprotan. Kalau memang harus dilakukan, semprotlah di benda-benda mati yang sering dipakai nongkrong atau sering dipegang," tegasnya.

Penyemprotan di benda mati, kata dia, juga tidak boleh dilakukan sembarangan.

Bahan-bahan yang digunakan untuk menyemprot, harus sesuai standar yang ada.

"Komposisinya harus dikonsultasikan dengan ahli, jangan sampai asal-asalan dan jangan sampai terhirup," imbuhnya.

Apabila dilakukan penyemprotan ruangan, maka ruangan tersebut harus didiamkan selama kurang lebih empat jam. Selama itu, ruangan tidak boleh dimasuki.

"Tunggu sampai empat jam, baru bisa masuk kembali. Itu cukup untuk menetralisir dan menghindari sesuatu yang tidak diinginkan," terangnya.

Selain itu, gubernur juga mengimbau masyarakat untuk sering menggunakan masker. Siapapun yang keluar rumah, wajib memakai masker demi melindungi diri dan sekitarnya.

"Kalau terpaksa keluar rumah, tolong pakai masker. Kalau masker sulit dan harganya mahal, tolong buat sendiri pakai kain dan tengahnya dilapisi tisu. Yang penting semua yang keluar rumaH harus pakai masker untuk saling melindungi. Saya doakan semuanya sehat terus," imbuhnya.(mam)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved