Kamis, 7 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Virus Corona Jateng

Ketidakjujuran Pasien dan Data yang Bias Perparah Penyebaran Virus Corona di Jateng

Data di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, hingga Sabtu (4/4/2020) ada 120 kasus pasien positif virus corona Covid-19.

Tayang:
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muh radlis
IST
Pengamat Kebijakan Publik Universitas Negeri Semarang (Unnes), Cahyo Seftyono 

Cahyo menjelaskan setelah diskusi dengan pakar kesehatan, alat rapid test tidak bisa mengukur secara sempurna dan seratus persen akurat apakah orang tersebut positif atau negatif corona.

Pasalnya, indikator yang digunakan terbatas. Yakni melalui tes sampel darah.

Alat yang bisa menentukan akurat hanyalah VCR itu pun jumlahnya di Indonesia saat ini terbatas.

Di Jawa Tengah, pemeriksaan sampel swab dengan VCR baru bisa dilakukan di Balai Besar Litbang Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga.

"Rapid test pun dilakukan diprioritaskan untuk ODP (orang dalam pemantauan) yang ada di daerah endemik atau zona merah.

Bagaimana dengan yang ada di zona hijau, apakah mereka sudah pasti aman? Tidak," ucapnya.

Menurutnya, warga yang berada di zona hijau tersebut memang benar-benar tidak ada warga yang suspect corona atau karena tidak terdeteksi.

Daripada melaporkan hanya 70 persen, tidak 100 persen, itu justru yang berbahaya.

Kondisi itu bisa saja diperparah dengan adanya perantau yang pulang mudik.

Mereka mengetahui daerahnya masih hijau corona, padahal sudah ada yang terpapar sehingga berpotensi besar menularkan virus kepada orang di kampung halamannya.

"Mudik ini pada dasarnya pergi dari satu tempat ramai secara ekonomi ke tempat relatif sepi, termasuk minimnya fasilitas kesehatan.

Itu justru lebih bahaya," ujar dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unnes ini.

Bias data yang juga membuat pemerintah tidak sanggup membuat peta persebaran ODP, PDP, positif, dan sebagainya.

Padahal data ini penting untuk antisipasi dan sarana edukasi masyarakat.

Di sisi lain, meningkatnya kasus Covid-19 karena pasien tidak jujur ketika dimintai keterangan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved