Virus Corona Jateng
Ketidakjujuran Pasien dan Data yang Bias Perparah Penyebaran Virus Corona di Jateng
Data di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, hingga Sabtu (4/4/2020) ada 120 kasus pasien positif virus corona Covid-19.
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muh radlis
Hal itu yang membuat sejumlah tenaga medis terpapar virus, di samping minimnya alat pelindung diri (APD).
Di Jawa Tengah, dilaporkan tenaga medis di Kudus dan Batang positif covid-19.
"Dari segi masyarakat, perlu didorong juga kebutuhan transparansi.
Ada masalah yakni masyarakat tidak terbuka.
Mereka datang ke rumah sakit tidak lagsung cerita riwayat perjalanan dan apa yang dialami," terangnya.
Itu yang menyebabkan penyimpangan tata laksana pasien dalam bidang kesehatan.
Dengan memberikan informasi secara jujur, nantinya tim medis akan mampu mengidentifikasi penyebab pasien tersebut terpapar COVID-19.
Kemudian, meminta pemerintah untuk melakukan disinfektan ke lokasi yang pernah dikunjunginya, termasuk rumah pasien, dan beberapa hal lain.
Tujuannya agar penyebaran COVID-19 tidak semakin meluas lagi dan pemerintah dapat mencegahnya.(mam)
• BREAKING NEWS : 1 Dokter di Kabupaten Batang Positif Virus Corona Setelah Rapid Test, Tak Ada Gejala
• 1 Warga Pati Positif Virus Corona Dirawat di Kudus, Sempat Beli Ikan di Dukuhseti dan Bertemu Ortu
• Dibacok Orang Tak Dikenal, Aris Melarikan Diri Terobos Lampu Merah hingga Tabrak Fortuner
• Penyebaran Virus Corona Mulai Berdampak di Kota Salatiga, Ribuan Pekerja Sudah Dirumahkan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pengamat-kebijakan-publik-universitas-negeri-semarang-unnes-cahyo-seftyono.jpg)