Breaking News:

Berita Nasional

Jokowi Tegaskan, Soal Napi Korupsi Tidak Pernah Dibahas Dalam Rapat-rapat Kabinet

Presiden Jokowi mengatakan hanya membebaskan narapidana umum yang telah memenuhi syarat. Bukan untuk napi korupsi seperti wacana Yasonna

Editor: m nur huda
ISTIMEWA
Presiden Jokowi menggelar video conferens dengan para kepala daerah, Selasa (24/3/2020) 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Pemerintah akhirnya memutuskan untuk tidak akan membebaskan narapidana tindak pidana korupsi.

Hal itu disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Wacana pembebasan narapidana koruptor memang mencuat beberapa waktu belakangan.

Kebijakan tersebut menyusul rencana Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, yang akan membebaskan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di tengah pandemi wabah virus corona.

Jokowi Tak Melarang Mudik, Wali Kota Solo: Mumet Aku, Harus Ada Aturan Tegas

Viral Ojol 59 Tahun Antar Penumpang Purwokerto-Solo Sejauh 230 Km, Tertipu hanya Ditinggali Sandal

Emak-emak Pemudik di Solo Ngamuk saat Didatangi Satgas Covid-19, Rudy: Jangan Remehkan Petugas!

Dibully di Medsos, Yasonna: Bahasanya Jauh dari Adab Ketimuran, Sangat Mundur

Update Corona 6 April: 249 WNI Positif Covid-19 di 25 Negara, 6 di Arab Saudi, 11 di Spanyol

Namun Presiden Jokowi mengatakan pemerintah hanya membebaskan narapidana umum yang telah memenuhi syarat.

"Saya ingin sampaikan napi koruptor tidak pernah kita bicarakan dalam rapat-rapat kita. PP Nomor 99 Tahun 2012 tidak ada revisi untuk ini. Jadi pembebasan napi hanya untuk napi pidana umum," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas melalui sambungan konferensi video, Senin (6/4/2020).

Jokowi mengatakan, pembebasan narapidana umum juga dilakukan negara-negara lain untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 .

Namun, pembebasan para narapidana umum juga disertai dengan syarat dan pengawasan dari pemerintah.

"Seperti negara lain di Iran membabaskan 95.000, di Brazil 34.000 napi. Negara-negara lain juga. Minggu lalu juga ada juga pembebasan napi karena memang Lapas kita over kapasitas. Berisiko mempercepat penyebaran Covid-19 di Lapas kita," lanjut Jokowi.

Suara Benda Jatuh di Atap Rumah saat Malam Hari, Ternyata Bayi Baru Lahir Dibuang Ibunya

Ini Daftar Harga HP Xiaomi Bulan April 2020 Lengkap dengan Spesifikasinya

Heboh Foto Kim Soo Hyun dan Rossa Menikah, Dian Sastro Ikut Terpancing 

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia akan mengeluarkan dan membebaskan sekira 30.000 narapidana dan anak-anak dari tahanan dalam rangka mencegah penyebaran virus Corona atau penyakit Covid-19.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved