Berita Kendal

Relawan PMI Kendal Dilatih Pemulasaran Jenazah Pasien Korban Virus Corona

Guna mempersiapkan tenaga medis jika terjadi lonjakan pasien positif corona meninggal, relawan PMI Kendal dilatih pemulasaran jenazah infeksius

TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
LATIH PEMULASARAN JENAZAH: Relawan PMI Kendal dilatih penanganan jenazah infeksius oleh Dinkes Kendal, Rabu (15/4/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Guna mempersiapkan tenaga medis manakala terjadi lonjakan pasien positif corona meninggal di Kendal, Petugas Dinas Kesehatan melatih cara pemulasaran jenazah infeksius kepada 20 relawan Palang Merah Indonesia (PMI).

Pelatihan diberikan dalam satu hari dari segi terori hingga praktik di aula PMI Kendal.

Kepala Seksi Kefamarsian dan Perbekalan Kesehatan Dinkes Kendal, dr Dhina Khameswari, mengatakan pelatihan tersebut dimaksudkan guna mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terlatih untuk penanganan jenazah infeksius.

4 Anggota TNI Terlibat Pencurian Kabel Telkom di Klaten, Kapendam: Bukan Anggota Kodam IV

Seorang Polisi Ditembak di Poso, Pelaku Diduga Teroris Muhajidin Indonesia Timur

Trump Tuding WHO Sembunyikan Informasi soal Corona, Ini Pembelaan PBB

Donald Trump Resmi Hentikan Dana untuk WHO, Dituding Tutupi Informasi Penyebaran Corona

Hal itu sebagai bentuk antisipasi manakala 4 petugas khusus di jajaran Dinkes kuwalahan jika terjadi lonjakan pasien infeksius yang meninggal, termasuk covid-19.

"Jadi Dinkes memggandeng PMI sebagai tenaga buck up semisal terjadi ledakan wabah diikuti ledakan kematian," terangnya, Rabu (15/4/2020).

Dalam praktiknya, relawan PMI dibekali keilmuan cara penanganan jenazah hingga siap dimakamkan.

Di antaranya penanganan awal dengan penyemprotan disinfektan sebelum diambil tindakan, pembungkusan jenazah dengan plastik, proses pengkafanan (bagi jenazah muslim) atau pemakaian baju (bagi jenazah non muslim), mneyucikan dengan proses tayamum, dan diakhiri dengan pembungkusan jenazah dengan plastik.

Selain itu, petugas juga selalu mengingatkan agar relawan yang nantinya terjun ke lapangan tidak melupakan alat pelindung diri yang harus digunakan lengkap dari kepala hingga kaki.

Dhina juga mengimbau agar para relawan PMI tidak perlu sungkan mengabarkan kondisinya manakala sakit atau kondisi tubuh kurang fit sebelum terjun ke lapangan.

"Bagi yang sakit atau kurang enak badan diminta untuk tidak terjun ke lapangan untuk mengurangi risiko yang tidak diinginkan.

Namun semua yang dilatih kita imbau untuk mempersiapkan diri sebagai bentuk pengabdian lebih sebagai relawan PMI," terangnya.

Aji Kurniawan peserta pelatihan, mengatakan dirinya baru petama kali mendapatkan bimbingan dalam pemulasaran jenazah infeksius.

Ia mengaku siap untuk mengabdikan diri sebagai relawan dalam pengurusan jenazah manakala dibutuhkan nantinya.

"Sebelumnya hanya sebatas penanganan dan pencegahan saja. Meski tadi dijelaskan bakal banyak menjumpai kondisi korban yang beraneka ragam, kita harus siap. Jika kondisinya kita pikir kurang mampu untuk ditangani relawan, kita serahkan kepada petugas Dinas Kesehatan," terangnya. (Sam)

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved