Berita Demak
Hujan Semalaman, Beberapa Desa di Demak Tergenang Air
Sekira empat desa di dua Kecamatan Kabupaten Demak tergenang air akibat hujan yang terjadi dini hari hingga pagi, Selasa (21/4/2020).
Penulis: Moch Saifudin | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Sekira empat desa di dua Kecamatan Kabupaten Demak tergenang air akibat hujan yang terjadi dini hari hingga pagi, Selasa (21/4/2020).
Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Demak, Suprapto mengatakan, satu desa di Kecamatan Mranggen dan tiga desa di Kecamatan Sayung.
"Selain 4 desa tersebut Jalan Raya Demak - Mranggen juga tergenang air, namun sore ini sudah surut dan aman," jelasnya saat dihubungi Tribunjateng.com melalui sambungan seluler.
• Ganjar Terima Usulan Wali Kota Semarang Soal PSBB: Jika Diterapkan Demak dan Kendal Menyesuaikan
• Ini Strategi Luhut Pandjaitan Demi Suksesnya Pelarangan Mudik Lebaran Idul Fitri 1441 H
• Polisi Iba Lihat Kondisi Rumah Pencuri Beras 5 Kg, Kursi dan Meja Saja Tidak Punya
• Pertandingan Babak 16 Besar Liga Champion Ini Disebut Sebagai Sumber Penularan Corona di Inggris
Ia menambahkan, desa tersebut yaitu, Desa Waru, Prampelan, Loireng, dan Sayung.
Ia menjelaskan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
"Nihil," ucapnya.
Sementara kepala desa Sayung, Munawir menjelaskan, tiga dukuh di desanya yang terdampak banjir, yaitu Dukuh Ngepreh, Sayung Lor, dan Sayung Wetan.
Ia menjelaskan, Dukuh Ngepreh sore ini sudah mulai surut, sedangkan Dukuh Sayung Lor dan Wetan masih tergenang air akibat air pasang laut.
"Nunggu robnya hilang, biasanya baru surut," jelasnya.
"Selain permukiman warga,sawah petani yang usai masa tanam juga turut tergenang air," imbuhnya.
Ia menjelaskan, air mulai menggenangi dukuh di Desa Sayung sekira sejak pukul 06.00 WIB.
Ia menyebut, banjir tersebut berasal dari kiriman dari hulu dan akibat curah hujan, serta air pasang laut.
"Besar harapan kami, rehabilitasi pintu air siphon dan afvour di Desa Sayung dilakukan percepatan penanganan," jelasnya.
Ia berharap, anggaran rehabilitasi tersebut tidak dipangkas mengingat Sayung merupakan desa yang mengalami banjir setiap tahunnya.
"Kalau memang pemangkasan anggaran untuk tanggap covid 19, besar harapan kami dari anggaran desa lain yang tidak begitu urgent. Prinsipnya menangani masalah jangan sampai justeru menimbulkan masalah di kemudian hari," imbuhnya. (ivo)
• Fenomena Alam Langit Berwarna Ungu di Semarang, Eksotisme Atau Alarm Bahaya? Ini Jawaban BMKG
• Yuni Tak Punya Firasat Apapun Melihat 2 Pria di Kebun Kopi Bawen, Apalagi Saat Itu Siang Bolong
• Viral Video Ronaldo dan Kekasihnya Melanggar Social Distancing dan Berpesta Tanpa Kenakan Masker
• Viral Balasan Ridwan Kamil Menohok Netizen yang Soroti Kondisi Negara Tidak Baik-baik Saja