Breaking News:

Berita Regional

Ini Strategi Luhut Pandjaitan Demi Suksesnya Pelarangan Mudik Lebaran Idul Fitri 1441 H

Menteri Perhubungan ad interim Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pihaknya tengah mempersiapkan aturan lanjutan terkait pelarangan mudik

TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Luhut Binsar Pandjaitan 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Presiden Jokowi telah memutuskan pelarangan mudik lebaran Idul Fitri 1441 H

Menteri Perhubungan ad interim Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pihaknya tengah mempersiapkan aturan lanjutan terkait pelarangan mudik selama pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Luhut dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR secara virtual, Selasa (21/4/2020).

BREAKING NEWS : 1 Warga Kabupaten Tegal Pasien Positif Corona Meninggal Dunia, 2 Pasien Lagi Positif

Ganjar Terima Usulan Wali Kota Semarang Soal PSBB: Jika Diterapkan Demak dan Kendal Menyesuaikan

Polisi Iba Lihat Kondisi Rumah Pencuri Beras 5 Kg, Kursi dan Meja Saja Tidak Punya

Yuni Tak Punya Firasat Apapun Melihat 2 Pria di Kebun Kopi Bawen, Apalagi Saat Itu Siang Bolong

"Soal mudik sudah disampaikan Pak Presiden tadi, peraturannya lagi kita siapkan mungkin dalam beberapa hari ke depan keluar," kata Luhut.

Luhut mengatakan, sebelum Presiden Joko Widodo mengumumkan pelarangan mudik, pemerintah sudah menyosialisasikan kebijakan tersebut kepada sejumlah kepala daerah.

"Sosialisasinya melalui rapat dengan para gubernur saya video call dengan Anies (Gubernur DKI Jakarta), Gubernur Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogja, Jatim dan Lampung," ujar Luhut.

"Kita koordinasikan dulu semua, baru kemudian kita ambil langkah-langkah itu. Jadi kalau ada yang bilang tidak koordinasi ya kita mengertilah koordinasi," tutur dia.

Lebih lanjut, Luhut kembali menegaskan, pelarangan mudik akan diberlakukan pada 24 April 2020 dan akan diperketat pada 7 Mei 2020.

"Pelarangan mudik juga sama berlaku tanggal 24 (April).

Tapi kita mulai ketat setelah tanggal 7 (Mei) kenapa, karena masih ada persiapan lagi ke arah situ, jadi misal dalam konteks tindakan hukum atau sanksi yang diberikan apabila dia melanggar," pungkasnya.

Halaman
12
Editor: galih permadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved