Berita Ungaran
Banjir dan Tanah Longsor Landa Banyubiru dan Tuntang Kabupaten Semarang
BPBD Kabupaten Semarang mencatat beberapa kawasan di Banyubiru dan Tuntang tergenang banjir, Jumat (24/4/2020).
Penulis: akbar hari mukti | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang mencatat beberapa kawasan di Banyubiru dan Tuntang tergenang banjir, Jumat (24/4/2020).
Tak hanya banjir, bencana tanah longsor juga terjadi.
Kalakhar BPBD Kabupaten Semarang Heru Subroto mengatakan, daerah terdampak banjir adalah Desa Ngrapah, Rowoboni, dan Banyubiru di Kecamatan Banyubiru.
Kemudian Desa Candirejo dan Rowosari di Kecamatan Tuntang.
• Bayinya Masih Pakai Pampers dan Pakaian saat Dimakamkan, La Nguna: Itu Terus Membayangi Saya
• Warga Korea Utara Positif Corona Ditembak Penjaga Perbatasan China Saat Coba Kabur, Berakhir Begini
• Ternyata Pemilik Mobil Misterius di Rumah Kos Semarang Adalah Mahasiswa Asal Kendal, Ini Alasannya
• Banting Harga, Diskon Besar-besaran Fortuner Tembus Rp 100 Juta, Innova Rp 70 Juta
"Daerah yang terdampak paling parah adalah Rowoganjar di Desa Rowoboni dengan 650 jiwa terdampak banjir," jelas Heru, Jumat (24/4/2020) siang.
Meski ratusan jiwa di dusun ini terdampak banjir tapi tak ada korban jiwa.
"Banjir mulai sekitar jam 03.00 dini hari diakibatkan hujan deras sehingga menyebabkan sungai meluap," paparnya.
Selain dua dusun di Rowoboni dan akses jalur Ambarawa-Banyubiru, Heru mengungkapkan Dusun Sraten di Rowosari juga mengalami banjir.
"Banjir di perumahan Sraten Permai yang mengalami kejadian yang sama sejak pagi tadi," paparnya.
Ia menjelaskan banjir di Sraten hingga setinggi satu meter.
Saat ini banjir tersebut sudah surut.
"Sekitar 213 jiwa yang tinggal di kawasan tersebut terdampak banjir," paparnya.
Adapun bencana tanah longsor terjadi di bangunan SDN 01 Tegaron, Banyubiru.
Longsor setinggi 5 meter dan lebar 25 meter mengikis fondasi bangunan sekolah tersebut.
"Tebing longsor itu menimpa rumah penjaga sekolah, atas nama Bapak Yasman," papar Heru.