Kamis, 11 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Tegal

Hari Ke 2 Larangan Mudik, Dua Bus Coyo Putar Balik di Terminal Tegal

Posko penyekatan pemudik di Terminal Kota Tegal dalam rangka Operasi Ketupat 2020 sudah mulai beroperasi, Sabtu (25/4/2020).

Tayang:
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: m nur huda

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Posko penyekatan pemudik di Terminal Kota Tegal dalam rangka Operasi Ketupat 2020 sudah mulai beroperasi, Sabtu (25/4/2020).

Posko tersebut menjadi upaya Pemerintah Pusat untuk menegaskan larangan mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah sebagai upaya pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Pemudik yang melewati posko tersebut diperintahkan untuk putar balik dan kembali ke lokasi keberangkatan.

Untuk wilayah Jawa Tengah, ada lima posko penyekatan pemudik.

Sering Ditemui Sosok Misterius di Rumah Hantu Tempat Karantina, Pemudik di Sragen Isolasi Mandiri

Update Corona 25 April di Indonesia: Terkonfirmasi Positif Covid-19 Mencapai 8.607 Kasus

Update Corona 25 April di 34 Provinsi: Tambahan Kasus di Jateng Lampuhi Jabar, Jatim Melejit

Ditinggal Kerja di Luar Negeri, Rumah Warga Kebumen Digasak Pencuri

Penganguran di Kebumen Maling Duit dalam Tas Saat Korban Meninabobokkan Anak

Pertama berada di Terminal Truk Kecipir dan JBT Cisanggarung Brebes, kedua di Exit Tol Pejagan, ketiga di Terminal Kota Tegal, keempat Alun- alun Warureja, dan terakhir di Exit Tol Pungkruk dan Terminal Pilang Sari Sragen.

Kasatlantas Polres Tegal Kota, AKP Bakti Kautsar Ali mengatakan, ada dua bus yang sudah putar balik dari posko penyekatan pemudik Terminal Kota Tegal.

Keduanya adalah bus Coyo dari Cirebon.

AKP Bakti menjelaskan, bus pertama kosong tanpa penumpang datang sekira pukul 09.00 WIB.

Bus Coyo yang kedua datang sekira pukul 11.45 WIB dengan penumpang 25 orang.

"Untuk saat ini, dari kemarin, untuk kendaraan luar kota baru dua bus Coyo. Satu kosong, satu berpenumpang tapi kita putar balik. Pantauan sampai saat ini, sekitar 90 persen kendaraan sudah sangat sepi," kata AKP Bakti kepada tribunjateng.com.

AKP Bakti menduga, banyak pemudik yang melakukan modus estafet.

Pemudik dari Jakarta turun di Cirebon, kemudian melanjutkan dengan bus lain sampai ke Tegal.

Ia menjelaskan, posko penyekatan pemudik ini menjadi upaya dalam rangka mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Menurut AKP Bakti, kendaraan yang diutamakan dalam penyekatan ini adalah kendaraan dari luar provinsi, seperti dari Jawa Barat dan Jakarta.

Ia mengatakan, pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, belum ada.

Kendaraan berplat nomer B atau E sangat jarang, yang melintas didominasi oleh kendaraan lokal.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved