Berita Demak

3 Hari Listrik Padam saat Tarawih, Warga Demak: Kami Bayar Saja Daripada Gratis Menyusahkan

Warga Desa Brambang Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak resah akibat pemadaman listrik yang dilakukan PLN pada malam hari selama tiga hari berturut-t

tribunjateng/dok
ILUSTRASI 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Warga Desa Brambang Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak resah akibat pemadaman listrik yang dilakukan PLN pada malam hari selama tiga hari berturut-turut mulai Kamis (23/4/2020) hingga Sabtu, (25/4/2020) malam.

Ketua Karangtaruna Dukuh Kopen, Masruri mengatakan, pemadaman listrik terjadi pada malam hari sekitar pukul 19.30 WIB hingga 03.00 WIB dini hari, yaitu lokasi yang terdampak diantaranya Dukuh Kopen, Krajang Lor, Krajan Kidul Desa Brambang dan lainnya.

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun: Kasus Pertama, Pasien Positif Corona Boyolali Meninggal

Batal Mudik ke Purwokerto karena Tak Ada Bus, Sahroni Terpaksa Balik Ke Kos Lagi

Kim Yo Jong, Sosok Calon Pengganti Kim Jong Un Disebut Lebih Kejam Jika Memimpin Korea Utara 

Kisah Tragis Balita Tewas Tercebur Sumur Saat Main Petak Umpet di Banyumas

Harga iPhone Terbaru Berubah Signifikan, Berikut Info Lengkap Beserta Spesifikasi 11 Pro Max

"Pemadaman terjadi tidak merata di setiap RT maupun dukuh. Pemadaman sudah tiga hari berturut setiap memasuki mau shalat Isyak dan tarawih," ujarnya melalui keterangan tertulis , Sabtu, (25/4/2020) malam.

Masruri menyayangkan, pemadaman yang dilakukan oleh pihak PLN di wilayahnya, sebab
warga sangat dirugikan karena dalam jam-jam tersebut banyak warga yang melakukan aktivitas mulai dari beribadah maupun berjualan.

"Kami sangat menyayangkan karena tidak ada hujan maupun angin tiba-tiba listrik padam hingga berjam-jam.

Kalau pun ini pemadaham dari PLN mungkin sifatnya sementara tidak terjadi berulang-ulang," tegasnya.

Sementara itu, Mashuri Warga RT 01 RW O7 Desa Brambang juga menyangkan pemadaman yang dilakukan oleh PLN.

Ia menduga pemadaman listrik tersebut terkait dengan pencegahan Pandemi Covid-19, yakni warga dilarang berkumpul termasuk melaksanakan shalat berjamaah di masjid dan lainnya.

"Kami sangat memahami dan mendukung anjuran yang dilakukan oleh pemerintah.

Tetapi PLN juga harus paham bahwa kebutuhan listrik sangat penting bagi warga.

Banyak warga mencari rizki dengan mengandalkan aliran listrik seperti berjualan dan lainnya," tegas Mashuri.

Selain itu ia menduga pemadaman tersebut juga karena banyak warga di wilayahnya masih menggunakan jaringan listrik 450 VA.

"Kalau memang kondisinya seperti ini kami lebih memilih membayar saja daripada gratis tapi menyusahkan warga," harap Mashuri.

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui layanan PLN 24 Jam wilayah Demak, Jepara dan Kudus pada nomor telpon pengaduan (0291) 685229 hingga Sabtu, (25/4/2020) hingga pukul 21.00 WIB belum ada yang menjawab. (ivo)

Hukuman Romahurmuziy Dikurangi, ICW Bandingkan dengan eks Presiden PKS dan Kades

Raja Dangdut Rhoma Irama Kumpulkan Donasi Rp 771 Juta Dalam Musik Amal Dari Rumah KompasTV

Saat Buka Puasa Sebaiknya dengan Air Dingin atau Air Hangat? Ini Penjelasan Dokter Dien Kalbu

Bacaan Bilal Sholat Tarawih Seusai 2 Rakaat, Tulisan Arab Lengkap Jawaban & Artinya

Penulis: Moch Saifudin
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved