Berita Semarang
Meski Sepi, Stok Makanan Satwa di Bonbin Mangkang Masih Aman hingga Akhir Tahun
Direktur Semarang Zoo, Syamsul Bahri Siregar menegaskan, tidak ada satwa yang kelaparan di Semarang Zoo meski tidak ada pemasukan dari kunjungan
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pandemi covid-19 membuat sektor pariwisata sangat terdampak. Seluruh destinasi wisata diminta tutup guna mengurangi kerumunan, tak terkecuali Semarang Zoo atau yang dikenal dengan Bonbin Mangkang.
Hal ini membuat tidak adanya pemasukan dari kunjungan wisatawan.
Direktur Semarang Zoo, Syamsul Bahri Siregar menegaskan, tidak ada satwa yang kelaparan di Semarang Zoo meski tidak ada pemasukan dari kunjungan wisatawan.
"Semua sektor pariwisata memang ada kesulitan, tapi kami masih mampu, kami bisa memberi makan satwa," ujar Syamsul, Kamis (7/5/2020).
• Soal Jenazah ABK Asal Indonesia Dilarung Ke Laut dari Kapal China, Edhy: Boleh Tapi Ada Syaratnya
• Jenazah ABK Indonesia Dibuang Ke Laut, Kapten Kapal China Sebut Itu Dilarung
• Kapolres Wonogiri Raih Juara 1 Dalam Pelaksanaan 9 Program Kapolda Jateng
• Harga Minyak Mentah Naik Lebih Dari 32 Dolar AS Per Barel, Pertama Kali Sejak 14 April Lalu
Stok pangan untuk seluruh satwa, kata Syamsul, masih aman hingga akhir tahun ini.
Pihaknya menghabiskan sekitar Rp 120 juta per bulan untuk memberi makan 286 ekor satwa di Semarang Zoo.
Menurutnya, daging menjadi makanan yang paling dibutuhkan.
Pasalnya, pihaknya memiliki 12 ekor harimau, 2 skor singa, 32 ekor buaya, beragam burung pemakan daging.
"Daging paling banyak kami butuhkan. Daging ayam 1,2 ton setiap bulan. Daging sapi sekitar 5-6 kilogram per hari. Selain itu, kami juga sediakan rumput, buah-buahan, sayur, katul, pelet, dan lainnya," sebutnya.
Meski masih mampu memberikan makanan untuk ratusan satwa, lanjut Syamsul, Semarang Zoo sangat terbuka apabila ada pemerhati satwa yang hendak menyumbangkan stok pangan untuk satwa yang ada di Kebun Binatang Mangkang tersebut.
Namun, jika satwa dipindahkan ke tempat lain, pihaknya akan menolak tawaran tersebut.
Hal ini menanggapi cuitan akun twitter mantan menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti yang ingin membantu merawat rusa dalam masa pandemi covid-19 di kebunnya.
"Kalau mau donasi dari pemerhati satwa kami terima berupa barang, bisa daging, rumput, buah-buahan, sayur. Terimakasih atas perhatian Bu susi. Kalau mau bantu kami terima. Kalau mau pindahkan satwa kami belum bisa, kami tolak," ungkapnya.
Di sisi lain, akibat pandemi covid-19, Syamsul juga merumahkan 12 karyawan dari total 53 karyawan Semarang Zoo. Mereka yang dirumahkan yakni karyawan bagian lapangan, satu diantaranya petugas kebersihan.
"Yang memberi makan hewan tidak kami rumahkan. Mereka selalu hadir dari pagi sampai sore. Dokter juga selalu hadir. Ada 12 petugas dan 2 dokter. Mereka tetap merawat satwa-satwa," tambahnya.