Berita Solo

83.653 Debitur di Solo Raya Sudah Nikmati Restrukturisasi Cicilan

Total debitur di Solo Raya yang telah menikmati restrukturisasi cicilan ada 83.653 nasabah.

TRIBUN JATENG/DANIEL ARI PURNOMO
Kepala OJK Solo, Eko Yunianto. 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Total debitur di Solo Raya yang telah menikmati restrukturisasi cicilan ada 83.653 nasabah.

Jumlah sebanyak itu terhitung sampai Rabu 6 Mei 2020.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo, Eko Yunianto mengatakan, dari total 83.653 debitur tersebut, 70.347 di antaranya merupakan debitur perbankan yang meliputi bank umum konvensional, syariah, maupun BPR dengan outstanding kredit sebesar Rp7,385 triliun.

5 Berita Populer: Viral Bocah Positif Corona Dijemput Petugas hingga Rumah Megah Didi Kempot di Solo

Wanita Ini Shock Anaknya Yang Masih Kelas 6 SD Hamil dan Melahirkan, Apalagi Tahu Siapa Ayahnya

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun! Remaja Putri Dibunuh dan Diadili Keluarga Kandungnya secara Sadis

Raffi Ahmad Ajak Rano Karno Tukar Rolls Royce Belasan Miliar dengan Oplet Si Doel

Adapun sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) yg meliputi Perusahaan Pembiayaan, Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani (PNM) jumlah debitur yang mendapat restrukturisasi sebanyak 13.306 debitur dengan outstanding kredit sebesar Rp 445 miliar.

Berdasarkan nominal restrukturisasi kredit, jumlah terbanyak didominasi oleh perbankan di Kota Solo yg mencapai Rp 3,19 triliun dengan 10.948 debitur.

Kemudian diikuti perbankan di Kabupaten Sukoharjo sebesar Rp 918,73 miliar dengan 10.932 debitur, dan Kab Sragen sebesar Rp 786,43 miliar dengan 11.408 debitur.

Sementara, berdasarkan jenis usaha debitur, kredit yang kena restrukturisasi didominasi oleh kredit usaha mikro yg mencapai sebesar 56 persen dari bank umum dan 53 persen dari BPR, diikuti kredit usaha kecil 32 persen (bank umum) dan 19 persen (BPR).

Sedangkan sisanya merupakan kredit menengah dan non-UMKM.

"Kami mendorong dan mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang mengalami kesulitan memenuhi kewajiban pada bank atau nonbank karena usahanya terdampak pandemi Covid-19 untuk proaktif menghubungi bank atau non-bank untuk mendapatkan solusi terbaik terkait dengan kewajibanya tersebut," kata Eko, Senin (11/5/2020).

Adapun pihak bank atau perusahaan pembiayaan, lanjutnya, diharapkan senantiasa menerapkan kebijakan untuk mendukung stimulus yang tertuang dalam Peraturan OJK Nomor 11 dan 14 tentang stimulus perekonomian dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, penerapan manajemen risiko, serta penerapan mekanisme pemantauan untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan dalam penerapan ketentuan. (goz)

Selama Pandemi Virus Corona, Hanya Sampah Pasar yang Sedikit Berkurang di Kab Semarang

UPDATE Virus Corona Cilacap 11 Mei 2020, 1 Pasien Dinyatakan Positif, 11 PDP Negatif

Harga Beras di Kota Tegal Stabil, Gula Pasir Masih di Atas Normal

KABAR BAIK, 2 Pasien Positif Virus Corona Asal Wanareja Cilacap Dinyatakan Sembuh

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved