Berita Regional
Sudi Ngamuk Minta Bantuan Rp 5 Miliar Tak Dituruti Kepala Desa, Bacok Bayi Pakai Sabit Hingga Tewas
Emosi Sudi terlihat memuncak saat datang ke Kantor Kepala Desa Kasembon, Kecamatan Bululawang, Senin (11/5/2020).
Setelah membacok balita VN, Sudi berjalan keluar dan ketemu S (65), kakek balita.
Korban S pun tak luput dari amukan Sudi. Kakek tersebut dibacok di bagian kepala.
Begitu pula, A (kakak balita) yang tengah main di halaman rumah, tak luput dari serangan Sudi.
Bocah tersebut juga disabet sabit yang juga mengenai kepalanya.
Setelah menghabisi seorang balita dan membacok S dan A, Sudi berjalan keluar sembari menenteng sabit yang masih bersimbah darah.
"Pelaku masuk ke rumah korban tanpa ada yang tahu. Nah sang ibu korban saat itu sedang belanja di toko sekitar rumahnya," tutur Kompol Pujiyono.
Setelah kejadian, warga bersama petugas menangkap Sudi.
Kaki dan tangannya diikat. Meski dalam kondisi seperti itu, Sudi masih saja ngoceh tak karuan.
Mengetahui informasi tersebut, petugas kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi korban.
"Korban yang merupakan satu keluarga yakni kakek dan kakak korban nyawanya masih bisa diselamatkan, masih dirawat di Rumah Sakit. Sedangkan balita perempuan meninggal seketika," ujar Pujiyono.
Sudi yang ditetapkan sebagai tersangka ternyata mengalami gangguan jiwa.
Usai diamankan di Polsek Bululawang, Sudi langsung dibawa ke RSJ Lawang.
"Pelaku memang orang gila. Saat ini dibawa ke RSJ Lawang," tutur Pujiyono.(*)
Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Kronologi Sudi Minta Bantuan Rp 5 Miliar Tak Diberi, Balita asal Malang Dibantai Bersama Keluarganya
• BMKG Keluarkan Peringatan Tingkat Bahaya Ultraviolet Sinar Matahari 12 Mei, Panduan Waktu Berjemur
• Benarkah Dentuman Misterius Tadi Malam di Jawa Tengah dari Asteroid Jatuh? Ini Jawaban LAPAN RI
• Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun! Remaja Putri Dibunuh dan Diadili Keluarga Kandungnya secara Sadis
• Wanita Ini Shock Anaknya Yang Masih Kelas 6 SD Hamil dan Melahirkan, Apalagi Tahu Siapa Ayahnya