Persijap Jepara
Gelandang Persijap Jepara Buka Suara Soal Gaji: Kami Serasa Mengemis
beberapa pemain Persijap Jepara mengaku belum menerima gaji sebagai hak mereka bekerja dari bulan Maret hingga April.
Penulis: hesty imaniar | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Masih terkait gaji pemain Persijap Jepara yang tidak sesuai harapan para punggawanya, kini Asri Akbar yang berani mengutarakan hal tersebut.
Kabar sebelumnya, beberapa pemain Persijap Jepara mengaku belum menerima gaji sebagai hak mereka bekerja dan berseragam tim kebanggaan warga Jepara itu, dari bulan Maret hingga April.
Namun gelandang Persijap Jepara itu beberkan jika dirinya di bulan Maret hanya mendapatkan gaji, yakni sejumlah 25 persen dari total gaji bulanan yang mesti ia terima.
• Asap Hitam Terus Mengepul dari Rumah Kremasi, Jumlah Mayat yang Dikremasi dalam Sehari Mengejutkan
• Warga Ramai Menendangi Kepala 2 ABG Pembawa Golok Hingga Kritis Masuk UGD RSUD Demak
• Wanita Ini Tiba-tiba Sadar Ada di Dalam Pesawat Tujuan Surabaya, Histeris Saat Bangun Tidur
• 7 Anggota Keluarga di Solo Postif Corona, Berawal Sang Ayah Kena Covid-19 di Tarawih Masjid Kampung
"Jadi untuk gaji bulan Maret sudah dibayarkan, dan saya hanya menerima 25 persen, padahal di bulan tersebut saya dan pemain lainnya bekerja sebulan penuh sebelum ada keputusan kompetisi diliburkan."
"Harapannya pada bulan Maret tersebut bisa dibayarkan 100 persen penuh nyatanya tidak," katanya Kamis (14/5/2020).
Sementara itu, pria asal Bajeng Takalar Sulawesi Selatan itu juga mengakui bahwa pemain sudah seperti pengemis untuk hak mereka yang mestinya diselesaikan oleh pihak manajemen klub.
"Sedangkan untuk gaji bulan April, Mereka dan Juni, kami dijanjikan akan terima gaji 15 persen."
"Namun untuk buoan April juga belum dibayarkan ke kami."
"Kami hanya minta klub bertanggung jawab atas apa yang sudah menjadi tugas mereka, karena kami sudah jalankan apa yang jadi tugas kami."
"Kami tahu kondisi di wabah Corona ini sudah semuanya, tapi kami juga butuh gaji itu," tegasnya.
Lebih lanjut Asri juga mengatakan, jika ia dan pemain lainnya sudah melaporkan hal tersebut ke Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) terkait persoalan gaji yang tidak sesuai kesepakatan dari PSSI tersebut.
"Memang dari APPI meminta kita untuk menunggu, karena hal ini bukan kami pihak pemain yang salah."
"Kami adalah pihak yang dirugikan, karena jelas aturan soal gaji ditengah pandemi COVID-19 di Indonesia ini sudah diatur dan ditetapkan oleh PSSI."
"Kami harap klub bisa koorperatif dengan pemain, karena gaji ini sangat dibutuhkan pemain saat ini," tukasnya.
(hei)
• AKP Meiyan Priyantoro Didapuk Jadi Kasatreskrim Baru Polres Purbalingga Gantikan AKP Willy Budiyanto
• Dikunjungi Bupati Batang Wihaji dan Wakilnya, Nur Cahyatun Terharu Dapat Bantuan Modal
• Begini Suasana Pasar Peterongan Semarang Seusai 2 Orang Dinyatakan Reaktif Corona
• Kabar Baik, 1 Pasien Positif Corona di Sragen Dinyatakan Sembuh
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/tiga-pemain-anyar-persijap-jepara.jpg)