Berita Cilacap
Rumah Fakir Miskin Cilacap Ditandai Agar Bantuan Tepat Sasaran
Beberapa rumah penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Cilacap mulai ditandai.
Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Beberapa rumah penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Cilacap mulai ditandai.
Setiap rumah yang menerima bantuan PKH akan ditandai dengan tulisan "Keluarga Prasejahtara/Miskin Penerima PKH/BNPT".
Petugas perangkat desa dibantu relawan akan memilok tulisan tersebut di bagian depan rumah penerima PKH.
• Viral Foto Patung Didi Kempot Akan Dipasang di Stasiun Balapan Solo, Ini Faktanya
• 10 Menit, Wanita Muda Ini Guling-guling di Jalan Raya, Bangkit Lalu Jalan Sempoyongan
• Ganjar Pranowo Diserang Hoaks Perbolehkan Warga Jateng Sholat Idul Fitri di Masjid
• Video Jembatan di Wedung Demak Roboh
Seperti yang terlihat di rumah Kaminem (42).
Tulisan itu tertempel di rumah bercat biru berdinding bambu, persis bersebalahan dengan kandang ayam miliknya.
Ditemui Tribunjateng.com, Kaminem menceritakan, tulisan itu baru dipasang kemarin, (Sabtu,16/5/2020) oleh petugas dari desa.
Setelah tulisan itu tertempel di rumah, Kaminem mengaku tidak mempermasahkannya.
"Biar tidak salah sasaran."
"Mana yang berhak dan mana yang tidak berhak menerima," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Minggu, (17/5/2020).
Ibu dua anak itu mengaku tidak perlu malu dengan label penerima PKH di rumahnya.
Pasalnya, menurut Kaminem, tetangga juga pada tahu kalau dirinya memang pantas menerima bantuan PKH tersebut.
Dia menyatakan memang membutuhkan bantuan tersebut.
Hal itu disebabkan pendapatan suaminya sebagai buruh tani dan dia sebagai penjual mi ayam tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.
"Kadang sehari dapat Rp 70 ribu, kadang Rp 80 ribu, belum pasti," ujarnya.
Dengan pendapatan sebesar itu, tutur Kaminem, hanya cukup memenuhi kebutuhan makan setiap hari.
Maka dari itu, dia merasa dengan bantuan sosial yang diterimanya.
Bantuan itu berupa beras 10 kg, dua kg telur, 1,5 kg ayam potong, satu bungkus tahu, satu bungkus tempe, sebatang sabun mandi.
Kata Kaminem, sejak Januari 2020 dia menerima bantuan tersebut.
"Lumayan bisa meringankan beban saya," terangnya.
Sementara itu, Kepala Desa Bunton Sudin mengakui pihaknya memang yang menginisiasi labelisasi penerima PKH di Bunton.
Menurutnya, hal itu dilakukan untuk memastikan kepada warga yang lain, kalau penerima PKH adalah orang yang memang kurang mampu.
Juga, agar masyarakat yang merasa mampu sadar.
"Kalau rumah tidak mau ditempeli label penerima ya lebih baik mundur diri," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Minggu, (17/5/2020).
Sudin menyampaikan terdapat 252 penerima PKH di Desa Bunton. Jumlah itu sudah termasuk tambahan 32 penerima baru.
Semua rumah penerima PKH akan ditandai dengan pilok.
Terhitung sejak Jumat (15/5/2020) hingga Minggu, (17/5/2020), ucap Sudin, petugas desa dan relawan diperkirakan sudah menyelesaikan labelisasi 252 rumah warga penerima PKH di Bunton.
Dalam pelaksanaan teknis labelisasi itu, petugas desa dibantu dengan relawan yang berasal dari Karang Taruna, BPD, dan BPMD akan mendatangi rumah penerima PKH.
Lalu petugas akan mengecat rumah warga dengan pilok.
Cat itu berisi keterangan keluarga prasejahta dan penerima PKH.
• Inilah Program Ramadhan UMP Purwokerto di Tengah Pandemi Covid-19
• Warga Tambak Gojoyo Merasa Ditelantarkan Pemkab Demak: Entah Dukuh Ini Dibiarkan Hanyut atau Hilang
• 49 OTG Corona Blondo Salatiga Dapat Sumbangan Sayur Mayur Petani Gunung Telomoyo
• Warga Batang Dilarang Bayar Utang Pakai BLT Rp 300 Ribu Tiap Bulan