Universitas Nasional Karangturi
Ini yang Akan Anda Dapatkan Jika Pilih Jurusan Teknologi Pangan di Unkartur Semarang
Jurusan Teknologi Pangan di Universitas Nasional Karangturi (Unkartur) sering didengar akan program coffeedemic-nya.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Jurusan Teknologi Pangan di Universitas Nasional Karangturi (Unkartur) sering didengar akan program coffeedemic-nya.
Meskipun begitu, rupanya, jurusan baru di Unkartur ini tidak hanya mengunggulkan ilmu kopinya lho.
Ada beberapa hal yang diunggulkan dan tentu bisa didapatkan mahasiswa jika memilih jurusan yang satu ini.
• Viral Foto Patung Didi Kempot Akan Dipasang di Stasiun Balapan Solo, Ini Faktanya
• Pilu, RL Bocah Penjual Gorengan Memang Sering Dibully, Padahal Ia Hanya Bantu Orangtua Cari Nafkah
• Viral Bocah Penjual Gorengan Dibully Beberapa Pemuda, Dipukul dan Didorong Sampai Tersungkur
• 10 Menit, Wanita Muda Ini Guling-guling di Jalan Raya, Bangkit Lalu Jalan Sempoyongan
Seperti jurusan teknologi pangan di universitas lainnya, program studi di Unkartur juga mengarahkan mahasiswanya untuk menjaga ketahanan pangan.
"Ketahanan pangan secara internasional adalah suatu keadaan yang memungkinkan setiap individu memiliki akses terhadap sesuatu di sekitarnya terutama adalah pangan lokal.
Banyak orang yang tadinya hanya menganggap pangan lokal sebelah mata.
Tapi kami di teknologi pangan ini dapat mengubah yang tadinya dianggap tidak bermanfaat bisa dimanfaatkan kembali untuk menjaga ketahanan pangan," ujar Hatmiyarni Tri Handayani S Tp M Sc, Ketua Program Studi S1-Tekpang Unkartur, belum lama ini.
Ketahanan pangan itu, Hatmiyarni memaparkan, dapat dilakukan dengan berbagai inovasi di antaranya melakukan diversifikasi produk.
Para mahasiswa teknologi pangan ini diajari tentang membuat suatu produk baru dengan bahan yang sama atau menambahkan bahan lain sehingga produk itu dapat bernilai jual tinggi.
Hatmiyarni menjelaskan, produk dibuat tentu dengan tetap mempertimbangkan manfaat dan komposisi yang akan digunakan.
"Misal bahan lokal ubi bisa untuk pengganti beras.
Ini bisa dipakai saat mungkin sedang mengalami krisis.
Selain bisa kita konsumsi sendiri, juga bisa diolah untuk diperjualbelikan," terang Hatmiyarni.
Tak hanya soal ketahanan pangan.
Hatmiyarni menjelaskan, para mahasiswa Jurusan Teknologi Pangan juga diajari untuk berwirausaha.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/hatmiyarni-tri-handayani-s-tp-m-sc-ketua-program-studi-s1-tekpang-unkartur.jpg)