Berita Viral
Pengalaman Perbudakan di Kapal China Terus Membayangi Mashuri: Disiksa, Kami Sujud Agar Tak Dilarung
Akhirnya sekitar pukul 02.00 pagi saat semua anggota kapal tertidur, mereka menggunakan gabus tempat menyimpan ikan dan terjun ke laut
Pengalaman Perbudakan di Kapal China Terus Membayangi Mashuri: Disiksa, Kami Sujud Agar Tak Dilarung
TRIBUNJATENG.COM - "Teman saya meninggal karena disiksa lalu disimpan sebulan di tempat pendingin ikan dan dibuang ke laut.
Sementara, kami berempat tidak tahan dipukul, disiksa, akhirnya kami selamat dengan melompat dari kapal,
12 jam terombang-ambing di laut," demikian klaim Mashuri, seorang anak buah kapal ( ABK) Indonesia.
Mashuri, yang bertutur kepada wartawan BBC News Indonesia, bekerja di kapal purse seine atau pukat cincin Fu Yuan Yu 1218 berbendera China.
• Disebut Fadli Zon Ambil Alih Pekerjaan Tukang Parkir, Ganjar: Maaf Kalau Panjenengan Tak Berkenan
• Promo Superindo Hari Kerja 18-21 Mei 2020, Khong Guan Diskon 50 Persen, Ini daftar Lengkapnya
• Imas Ajak 3 Balitanya Jalan 2 Jam di Bawah Terik Matahari, Demi Sembako Tiga Keresek dari Bu Haji
• Dokter di Bogor Ini Gunakan APD Bergaya Superhero saat Tangani Pasien, Ternyata Ada Alasan Khusus
Dia dan teman WNI lainnya mengaku mengalami apa yang dia sebut "perbudakan" selama enam bulan di atas kapal.
ABK ini mengungkapkan, dirinya disalurkan oleh agen PT Mandiri Tunggal Bahari (MTB) yang berlokasi di Tegal, Jawa Tengah.
MTB adalah perusahaan sama yang menyalurkan Herdianto, ABK Indonesia yang meninggal dan dilarung di laut Somalia oleh kapal berbendera China bernama Luqing Yuan Yu 623.
Kepolisian Daerah Jawa Tengah menyatakan pada Selasa (19/5/2020) telah menetapkan MH dan S dari agen MTB sebagai tersangka.
Keduanya berasal dari Tegal.
BBC News Indonesia telah menghubungi pengurus MTB melalui telepon dan pesan singkat, tetapi hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan dari mereka.
Serikat Buruh Migran Indonesia mengatakan, perbudakan ABK Indonesia disebabkan oleh karut-marutnya tata kelola aturan perekrutan, pelatihan, dan penempatan pelaut perikanan Indonesia, sehingga menjamurnya agen-agen pengiriman "gadungan".
"Teman kami disimpan di tempat pendingin ikan hingga sebulan"
ABK Indonesia di Kapal Fu Yuan Yu 1218 berbendera China. (Dokumen Mashuri)
Narasumber kami adalah warga Lumajang, Jawa Timur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/rika-kakak-perempuan-dari-sepri-24.jpg)