Breaking News:

Promoter Polda Jateng

Selama Ramadan 3 Kurir Ekstasi Dibekuk Polrestabes Semarang, 500 Butir Lebih Diamankan

Para kurir pil ekstasi dan sabu diamankan petugas Satresnarkoba Polrestabes Semarang selama bulan ramadhan atau Mei 2020 ini.

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Para kurir pil ekstasi dan sabu diamankan petugas Satresnarkoba Polrestabes Semarang selama bulan ramadhan atau Mei 2020 ini.

Dari penangkapan tersebut, Satresnarkoba mengamankan tiga pelaku dengan total sejumlah barang bukti seperti sabu dua gram, ganja 3,97 gram, dan pil ekstasi 546 butir.

Mereka yang diamankan adalah Eka Syahputra (30) warga Pedurungan, Ersa Destriningsih (35) dan Alfan dari Gunungpati, Kota Semarang.

Kisah Kakak Beradik Asal Kendal Mualaf Saat Ramadhan, Dapat Hidayah Masuk Islam dengan Cara Berbeda

Disebut Fadli Zon Ambil Alih Pekerjaan Tukang Parkir, Ganjar: Maaf Kalau Panjenengan Tak Berkenan

Kocak, Niat Beli Tisu Diskon Harga Rp 99 yang Datang Malah Mengejutkan

Sandra Dewi Pernah Ditinggal Banyak ART Gegara Kasih THR Setara Gaji Setahun, Kali Ini Ia Bimbang

Kasatresnarkoba Polrestabes Semarang, Kompol Robert Sihombing mengatakan, pengungkapan sindikat kurir ini berawal dari penangkapan Eka Syahputra di Jalan Fatmawati, Pedurungan pada Selasa (12/5/2020) lalu.

"Dari sana, kita tangkap dua kurir lainnya pada Rabu (13/5/2020). Mereka bertiga berprofesi sebagai driver ojol.

Masing-masing pelaku dapat perintah untuk mengirimkan pil ektasi dari orang-orang yang berbeda.

Mereka ini lebih fokus sebagai kurir pil ekstasi," jelas Kompol Robert kepada Tribunjateng.com, dalam ekspose di Mapolrestabes Semarang, Rabu (20/5/2020).

Dia menerangkan, ketiga kurir itu diperintah oleh orang-orang yang berbeda untuk mengambil dan mengirimkan barang ke suatu tempat.

Per lokasi, kata Sihombing, para kurir ini diupah Rp 250 ribu.

Selain itu, para kurir juga diberi bonus untuk mengonsumsi satu pil ekstasi per lokasi pengirimannya.

Kasatresnarkoba menegaskan bahwa para pelaku ini hanya berperan sebagai pengirim paket atau kurir saja.

"Ini hasil penangkapan kita selama 24 hari operasi.

Pil ekstasi yang dimiliki mereka berbentuk "B" dengan warna hijau menyala.

Per butir itu kalau dijual seharga kisaran Rp 200 ribu - Rp 250 ribu.

Untuk paket hemat isi 10 biji, ditaksir seharga Rp 1 juta - Rp 1,5 juta," ungkapnya

Sementara, seorang pelaku bernama Eka mengaku telah bekerja sampingan sebagai kurir selama sebulan terakhir ini.

Biasanya, dia bekerja sebagai driver ojol di wilayah pelabuhan bersama dua kurir lainnya.

"Kami saling kenal.

Biasa operasi ojol di pelabuhan.

Ya aku baru sebulan terakhir jadi kurir.

Dapat upah per titik (lokasi) Rp 250 ribu," jelasnya.

Atas kasus ini, mereka akan dikenakan Pasal 197 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dan pasal 62 UU RI nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun. (Tribunjateng/gum).

Tak Bisa Mudik, Ida Isi Waktu Luang Bikin Ketupat Lebaran Khas Kalimantan

100 Baju Hazmat Buatan Peserta Pelatihan BBPLK Semarang Didonasikan ke RSUD KRMT Wongsonegoro

Selalu Berkilah saat Ditagih Pembayaran Material Proyek, Pemborong di Kebumen Ditangkap Polisi

DPD Nasdem Salatiga Usulkan Dana Banpol Dialihkan Penanganan Virus Corona

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved