Virus Corona Jateng
Bertambah Satu, Kasus Terkonfirmasi Positif Corona di Kabupaten Tegal Menjadi Dua Orang
Satu orang warga asal Desa Slawi Wetan, Kecamatan Slawi dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Satu orang warga asal Desa Slawi Wetan, Kecamatan Slawi dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.
Pasien perempuan berinisial EYK (28) yang bekerja sebagai karyawati di sebuah lembaga perbankan di Kota Tegal tersebut, kini menjalani perawatan di ruang isolasi Rumah Sakit Harapan Sehat Slawi.
Kasus ini menambah jumlah pasien terkonfirmasi positif di Kabupaten Tegal yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit menjadi dua orang, keduanya dirawat di rumah sakit yang sama.
• Kemenangan Petinju Floyd Pernah Bikin Donald Trump Kesal, Wasit Dinilai Tak Adil
• TNI Gunakan Helm Canggih Pendeteksi Suhu Tubuh Berjarak 10 Meter Guna Cegah Covid-19
• Tim Mobil PCR Kelelahan Minta Libur Setelah 3 Hari Periksa Ratusan PDP Corona di Jatim
• Baru Bebas dari Penjara karena Asimilasi, Pria Ini Malah Cabuli Anak Calon Istri
Dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com pada Minggu (31/5/2020), juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkab Tegal, Joko Wantoro mengatakan, EYK sebelumnya sempat menjalani rapid test mandiri di Rumah Sakit Mitra Keluarga dengan hasil reaktif pada tanggal 18 Mei 2020.
Menindaklanjuti hal tersebut, dilakukan pemeriksaan swab pertama oleh pihak rumah sakit pada tanggal 19 Mei 2020 dengan hasil negatif dan inkonklusif.
Kemudian dilakukan swab ulang pada tanggal 26 dan 27 Mei 2020, hasilnya positif.
“Secara klinis kondisinya baik, tidak ada keluhan sakit ataupun gejala Covid-19. Bahkan suhu tubuhnya pun normal di angka 36,4 derajat celcius. Mempertimbangkan kondisinya ini, maka pasien pun dirujuk perawatannya di Rumah Sakit Harapan Sehat Slawi,” kata Joko, pada Tribunjateng.com, Minggu (31/5/2020).
Ditanya soal penyebab tertularnya pasien ini, Joko menuturkan, jika pihaknya sedang melakukan penelusuran informasi, mulai dari riwayat perjalanan pasien hingga orang-orang terdekatnya.
“Dari hasil penelusuran tersebut baru bisa kami tracing kontak erat maupun kontak dekatnya, termasuk dugaan terjadinya penularan. Terlebih, profesi yang dijalaninya mengharuskan ia berinteraksi dengan banyak orang,” ujarnya.
Joko pun mengklarifikasi soal status salah seorang warga Desa Jatimulya Kecamatan Lebaksiu, yang dijemput petugas medis untuk diisolasi di Rumah Sakit Harapan Sehat.
Warga asal Jatimulya tersebut, lanjut Joko, statusnya bukan orang dalam pemantauan atau ODP, pasien dalam pengawasan atau PDP, terlebih terkonfirmasi positif.
“Ia kami jemput karena hasil rapid testnya reaktif sehingga perlu pemeriksaan lebih lanjut dengan mengambil sampel swabnya di rumah sakit,” terangnya.
Rapid test pada warga asal Desa Jatimulya tersebut dilakukan secara mandiri sebagai syarat perjalanan ke tempat kerjanya di luar kota, mengingat profesinya di bidang pelayaran.
Joko menambahkan jika kondisi klinis warga Desa Jatimulya tersebut baik dan tidak ada keluhan sakit.
“Kiranya warga tidak perlu resah. Patuhi saja anjuran pemerintah dan awali dari kedisiplinan diri beserta keluarga untuk menerapkan protokol kesehatan, maka itu yang akan menyelamatkan kita terhindar dari infeksi virus Corona. Jangan jauhi keluarganya, apalagi sampai menstigma negatif, karena itu tidak akan menolong,” pesan Joko. (dta)
• Fakta dan Kronologi Intimidasi Agenda Seminar di UGM serta Tanggapan PP Muhammadiyah
• Rusuh di Amerika, Trump Kerahkan Tentara, Seorang Pemuda di Detroit Tewas Tertembak
• Inilah 158 Wilayah yang Siap New Normal Mulai 5 Juni Menurut Riset LSI Denny JA
• Baru Tiba di Bandara Jepang, Seorang WNI Terdeteksi Positif Virus Corona