Breaking News:

Mudik Lebaran 2020

AKBP Yuswanyo Ardi Ungkap Modus Pemudik Berusaha Lolos Penyekatan

Banyak hal dilakukan pemudik agar bisa lolos dari penyekatan yang dilakukan petugas. Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polrestabes Semarang

Penulis: iwan Arifianto | Editor: Catur waskito Edy
Tribun Jateng/Galih Permadi
Ilustrasi putar balik 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Banyak hal dilakukan pemudik agar bisa lolos dari penyekatan yang dilakukan petugas. Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polrestabes Semarang AKBP Yuswanyo Ardi mengungkapkan, tidak sedikit pemudik yang memalsukan pelat nomor kendaraannya agar bisa masuk ke Jateng, khususnya Semarang.

Ada juga pemudik yang menyamarkan tanda nomor kendaraanya agar tak terlihat oleh petugas. "Ada juga yang sudah diminta putar balik ia kembali berusaha melintas di Gerbang Tol Kalikangkung," katanya, Kamis (28/5).

Oleh karena itu, Ardi minta pengendara yang akan kembali ke barat melalu jalur tol untuk menaati peraturan yang sudah disampaikan. Ia menegaskan, kendaraan dengan pelat nomor dari luar Jateng bakal diperintah untuk putar balik. Penyekatan, lanjut dia, tidak hanya dilakukan di ruas tol Trans Jawa, namun juga di jalur konvensional di pantura.

Sementara hingga H+5 Lebaran, Polda Jateng telah meminta 3.405 unit kendaraan putar balik. Polda Jateng juga melakukan penyekatan arus lalu lintas dari Jateng menuju Jakarta. Direktur Lalu Lintas Polda Jateng, Kombes Pol Arman Achdiat mengatakan, mayoritas kendaraan yang diminta putar balik berpelat nomor luar Jateng.

Menurutnya, kendaraan yang diputar balik tersebut tidak dilengkapi dokumen yang lengkap. Sementara jika pengendara melengkapi diri dengan dokumen dan identitas serta keperluan perjalanan yang jelas, pihak kepolisian bakal memberi izin. "Kami fleksibel dengan catatan pengendara memenuhi aturan," kata dia, Jumat (29/5).

Ia menambahkan, sejauh ini belum ada pelonjakan arus balik yang signifikan. Tercatat paling banyak kendaraan melintas menuju Jakarta yang diputar balik sejumlah 1.000 kendaraan terjadi pada Rabu (27/5) lalu. Secara rata-rata, jumlah kendaraan yang diminta putar balik per harinya di kisaran 400 unit hingga 500 unit.

"Jumlah kendaraan yang diputar balik flat di angka tersebut," paparnya.

Kendati demikian, Arman menegaskan, pihaknya tetap siaga melakukan penyekatan. "Kami tetap melakukan pemeriksaan, cek identitas sesuai SOP Covid-19 dan lainnya," tandasnya. (iwn/ant)

Update Corona Wonosobo Senin 1 Juni 2020: 71 Positif Covid-19

Nabila Larasati: Arsitek Muda Indonesia Raih Penghargaan Kelas Dunia

KISAH KORBAN PENCABULAN: Petaka Itu Datang Saat Ibunya Jatuh Cinta dengan Mantan Napi Asimilasi

Ganjar Pranowo Minta Pengancam Perawat Covid 19 di Sragen Diusut Tuntas

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved