Berita Kendal
Warga Kelurahan Bandengan Kendal Disibukkan Air Rob Siang hingga Malam
Sepanjang waktu tersebut ia dan kedua putrinya disibukkan untuk menguras air roba yang masuk ke sudut-sudut rumahnya
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Fenomena alam berupa air rob kembali terjadi di Kelurahan Bandengan Kecamatan Kendal Kota Kabupaten Kendal.
Meski tak berdampak signifikan, namun air rob yang masuk ke pemukiman warga cukup menyibukkan warga terdampak.
Satu di antaranya Sulasmi warga RT 8 RW 1 Kelurahan Bandengan. Bersama 2 putrinya, perempuan paruhbaya tersebut harus siaga sejak siang hingga malam.
• Isi 3 Surat Wasiat Siti Julaekah, Wanita yang Bunuh Diri di Hotel di Semarang, 1 Surat untuk Suami
• Warga Boyolali yang Dulu Buka Kafan & Mandikan Jenazah Covid-19 Terima Kenyataan Pahit, Ini Kabarnya
• Ini Isi DM Luna Maya Kepada Syahrini Saat Tahu Reino Barack Susul Inces di London
• Keistimewaan Ayat Kursi, Gus Baha: Kanjeng Nabi Saja Tidak Tidur Sebelum Membacanya
Kata dia, diperkirakan setiap pukul 13.00 - 19.00 WIB air rob biasa datang membanjiri rumahnya.
Fenomena tersebut kata Sulasmi terjadi setiap hari sejak awal Ramadhan.
Sepanjang waktu tersebut ia dan kedua putrinya disibukkan untuk menguras air roba yang masuk ke sudut-sudut rumahnya.
"Ini (air rob) datang setiap hari. Datang dari sungai belakang (hilir sungai) tempat bersandar banyak kapal nelayan," terang Sulasmi, Senin (1/6/2020).
Dengan datangnya air rob membuat Sulasmi harus mengemas perabotan rumah agar tidak terendam. Lantai rumah dibiarkan kosong agar memudahkannya menguras air yang masuk.
"Gimana ya kita hanya pasrah dengan adanya rob. Mau meninggikan lantai rumah tidak ada biaya. Ya hanya ini setiap hari saat rob datang harus bekerja," ujarnya.
Satu di antara putri Sulasmi, Diah Puji Astuti menjelaskan, air rob biasa muncul ke dalam rumahnya melalui celah-celah keramik maupun dinding belakang rumah.
Katanya, air bisa saja meninggi hinggi 30-40 sentimeter manakala air laut pasang. Saat itu, keluarganya harus bekerja ekstra agar air tetap mebgalir keluar rumah melalui pintu depan.
"Kalau air dibiarkan nunggu surut susah, lama. Aktifitas otomatis terganggu, belum perabotan yang terkena bisa mudah rusak dan berkarat," terangnya.
Kata Diah, rob pada tahun ini termasuk yang terparah lantaran datang setiap hari dengan kiriman air yang cukup deras.
Ia menyebutkan hal tersebut dimungkinkan terjadi lantaran tidak adanya program pegerukan sedimen tanah atau lumpur sungai sejak 2 tahun terakhir.
Terlebih belum semua tanggul sungai yang menuju ke muara diberikan senderan untuk menangkal air yang hendak masuk. Ia pun berharap pemerintah daerah agar mencarikan solusi untuk menanggulangi air rob yang datang setiap tahunnya.