Senin, 4 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Virus Corona Jateng

Pasien Positif Corona Kendal Bertambah 6 Orang, 5 dari Klaster Pasar Mangkang dan Pasar Kobong

Terdapat penambahan 6 orang dinyatakan positif virus corona dari klaster Pasar Mangkang dan Pasar Kobong Kota Semarang.

Tayang:
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Rapid test oleh Dinkes Kendal di Pasar Gladak Kaliwungu pada Selasa (9/6/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Kasus pasien positif covid-19 di Kabupaten Kendal melonjak drastis.

Terdapat penambahan 6 orang dinyatakan positif virus corona, di antaranya dari klaster Pasar Mangkang dan Pasar Kobong Kota Semarang.

Kepala Dinas Kesehatan Kendal, Ferinando Rad Bonay, mengatakan 6 kasus terbaru meliputi 4 pedagang di Pasar Mangkang, seorang pedagang di Pasar Kobong Kota Semarang, dan seorang Anak Buah Kapal (ABK) kembali dari Kanada.

Dengan bertambahnya 6 kasus baru, kini jumlah pasien positif di Kabupaten Kendal mencapai 17 orang, 10 di antaranya berhasil sembuh.

"Yang dari Pasar Mangkang ada 4 orang, 3 di antaranya orang Kaliwungu dan 1 orang warga Brangsong. Dari pasar Kobong 1 orang dan 1 orang lagi ABK dari Kanada dan sempat dirawat di wisma atlet Jakarta," terangnya di Kendal, Selasa (9/6/2020).

Sudah Pakai Dukun Sebelum Beraksi, Kawanan Pencuri Motor Ini Masih Bisa Ditangkap Polisi

Lutung Jawa Masuk Pemukiman di Pekalongan, Mengenaskan saat Ditemukan Kini Tampak Lucu

Viral Anggota DPRD Jember Rapat Paripurna Pakai Pelampung: Kami Khawatir Tenggelam

Mobil Pengangkut Bansos Uang Tunai Rp 840 Juta Hangus Terbakar, Sebuah Ponsel Juga Ludes

Sampel rapid test oleh Dinkes Kendal di Pasar Gladak Kaliwungu, Selasa (9/6/2020).
Sampel rapid test oleh Dinkes Kendal di Pasar Gladak Kaliwungu, Selasa (9/6/2020). (TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM)

Lebih lanjut, 6 pasien positif tersebut kini menjalani isolasi di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Kendal.

"Untuk 5 orang dari klaster Pasar Mangkang dan Pasar Kobong merupakan hasil kegiatan pengambilan sampel swab oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang. Kemudian kami jemput dan isolasi di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Kendal," terangnya.

Penanggungjawab RSDC, dr Budi Mulyono, mengatakan kini sebanyak 41 pasien dirawat di RSDC-19.

Meliputi 6 pasien positif covid-19 dan sisanya reaktif corona.

"Ada 35 orang yang kini masih diisolasi hasil rapid test yang telah dilakukan. Makanya Dinkes bersama tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 terus mengadakan rapid test secara berkala. Hasil yang dinyatakan reaktif kita isolasi dan diambil uji swab," ujarnya.

Sementara itu, Selasa pagi Dinkes Kendal kembali menggelar rapid test di Pasar Gladak Kecamatan Kaliwungu.

Sejumlah 50 sampel pedagang khususnya dari luar Kabupaten Kendal diambil darahnya untuk dites.

Puji Lestari, pedagang asal Mijen Kota Semarang, mengaku berterimakasih lantaran diadakan program gratis untuk mendeteksi covid-19 lebih dini di kalangan pedagang.

Ia mengaku sempat takut dengan adanya kabar para pedagang di pasar Kota Semarang dinyatakan positif corona.

Rapid test oleh Dinkes Kendal di Pasar Gladak Kaliwungu pada Selasa (9/6/2020).
Rapid test oleh Dinkes Kendal di Pasar Gladak Kaliwungu pada Selasa (9/6/2020). (TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM)

Ia pun mendukung apa yang sekiranya bisa dilakukan pemerintah dalam rangka mencegah penularan covid-19.

"Saya jualan di sini (pasar gladak) sejak 1993. Jualan hasil bumi seperti pisang, kunir, serei dan lainnya. Kalau ditanya takut pasti takut tetapi dibuat santai saja, dan waspada.

Pedagang lain, Layimah mengaku tidak keberatan saat diminta rapid test.

Katanya, dengan adanya rapid test dapat memberikan informasi perihal kesehatannya selama wabah corona.

"Alhamdulillah jadi tahu dan memastikan kesehatan kita. Gak sakit, enak mak senut," jelasnya.

Sementara itu, petugas Pasar Gladak, Djuli Triyanto, mengatakan bersama 7 petugas lain, pihaknya terus menjaga kebersihan pasar serta mengimbau agar menjalankan protokol kesehatan yang ada.

Katanya, di pasar tersebut, jumlah pedagang yang berasal dari luar daerah mencapai 25-30 an.

Pihaknya berharap ada kesadaran antar pedagang dan pembeli untuk tetap berkegiatan tanpa mengabaikan protokol kesehatan. "Untuk jarak masih kita rapatkan, namun kita sediakan sarana cuci tangan dan wajib lakai masker di lingkungan pasar," ujarnya. (Sam)

Perjalanan Karir Mayjen TNI Ali H Bogra, Pernah Gagal Beberapa Kali Hingga Menjadi Pangdam Kasuari

Kebakaran Toko Elektronik di Solo, Barang di Lantai Satu dan Dua Ludes

TNI dan Polri di Jateng Bagikan 1.763 Paket Sembakopada Warga Terdampak Corona

Kasus Narkoba Meningkat di Tengah Wabah Virus Corona, Kepala BNNP Jateng Ulas Penyebabnya

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved