Breaking News:

Berita Kecelakaan

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun! Terseret Kereta Api hingga 200 Meter di Sukoharjo, Sri Meninggal

Sri S (59) meninggal dunia seusai tertabrak KA 360 Prameks relasi Yogyakarta-Solo tepatnya di KM 144 Serongan Mayang Gatak Sukoharjo pada Senin (15/6/

Tribun Jateng/Agus Iswadi
Warga sekitar, Cahya Saputra (38) saat memperlihatkan lokasi korban tertabrak kereta api di perlintasan KM 144 Serongan Mayang Gatak Sukoharjo pada Senin (15/6/2020) sekira pukul 09.00. 

TRIBUNJATENG.COM, SUKOHARJO - Sri S (59) meninggal dunia seusai tertabrak KA 360 Prameks relasi Yogyakarta-Solo tepatnya di KM 144 Serongan Mayang Gatak Sukoharjo pada Senin (15/6/2020) sekira pukul 09.00.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribunjateng.com dari Polsek Gatak Sukoharjo, seorang ibu warga Ngawen RT1/1 Desa Purbayan Kecamatan Baki Kabupaten Sukoharjo itu sempat terseret sekitar 200 meter dari lokasi kejadian.

Saksi mata, Bayu (27) mengatakan, saat menambal ban sepeda motor milik pelanggannya, korban sempat meminta izin untuk istirahat sebentar.

Setiap harinya, Bayu membantu ayahnya membuka jasa tambal ban di sebuah kios yang berada di dekat lokasi kejadian.

Warga Tidak Khawatir Kunjungi Taman Poci Tegal, Mitro: Yang Penting Pakai Masker

Sesaat Setelah Pesawat Tempur TNI AU Jatuh, Warga Berlarian Takut Ada Peluru yang Meledak

Panglima TNI Diminta Inspeksi Seluruh Alutsista, dari Pesawat Tempur, Helikopter, hingga Kapal Selam

Pilot Pesawat Tempur TNI AU yang Jatuh di Riau Sempat Ditolong Warga, Kursi Pelontar Timpa Rumah

Kesaksian Warga Lihat Pesawat Tempur Jatuh di Riau, Ledakan Terjadi saat Masih di Udara

"Nunut leren njeh mas (Numpang istirahat ya)," kata Bayu mengulang perbincangannya dengan korban, Senin (15/6/2020).

Kemudian, korban sempat duduk di belakang kios.

Bayu pun mengingatkan korban supaya menjauh dari perlintasan rel kereta api. Selang beberapa saat kemudian korban pergi entah kemana.

"Bu, jangan dekat-dekat rel kereta api," ujarnya.

Lantaran merasa tidak enak badan, Bayu lantas pulang ke rumah dan istirahat. Jarak rumah Bayu dengan lokasi kejadian tidak jauh, hanya beberapa meter saja.

"Sekitar 10 menit ada suara klakson kereta (durasinya panjang) dan terdengar suara benturan. Saya meminta adik melihat keluar," ungkap Bayu.

Karena penasaran, akhirnya Bayu ke luar rumah dan melihat situasi. Dia menyampaikan, di luar sudah banyak kerumunan orang.

Kapolsek Gatak, AKP Yulianto menambahkan, semula korban meninggalkan rumah dengan berjalan kaki sekira pukul 08.00.

Korban hendak pergi ke rumah saudaranya yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

"Korban tidak memgetahui jika ada kereta api melintas dari arah Jogja (menuju Solo) sehingga menyebabkan korban tertabrak," pungkasnya.

Pasca kejadian itu, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka untuk dilangsungkan prosesi pemakaman. Pemakaman korban dilangsungkan bakda salat zuhur. (Ais)

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun! Diduga Tabrak Lari, Pengendara Motor Tewas di Tegrat Sragen

Cerita Jurnalis Foto yang Hilang karena Fotonya Dianggap Ungkap Aib di China, Ini 10 Foto Karyanya

Cegah Penyebaran Virus Corona, 12 Anggota Polrestabes Semarang Menyisir Warung

Antisipasi Covid-19 Dalam PPDB, SDN Gisikdrono 02 Semarang Siapkan Petugas Pengantar Berkas

Penulis: Agus Iswadi
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved