Jumat, 8 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Stafsus Dini S Purwono Soal Lelucon Gus Dur tentang Polisi Ditangkap: Jangan Defensif Dong

Staf Khusus Presiden bidang Hukum, Dini Shanti Purwono menanggapi pemeriksaan terhadap Ismail Ahmad, warga Kepulauan Sula, Maluku Utara karena mengung

Tayang:
Editor: m nur huda
Tangkap Layar Youtube/ KOMPASTV
Staf Khusus Presiden Bidang Hukum, Dini S Purwono 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Staf Khusus Presiden bidang Hukum, Dini Shanti Purwono menanggapi pemeriksaan terhadap Ismail Ahmad, warga Kepulauan Sula, Maluku Utara karena mengunggah humor Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur di sosial media.

Dini sangat menyayangkan langkah Kepolisian Resor yang memeriksa Ismail Ahmad.

Ismail diketahui mengunggah di Facebook-nya terkait guyonan Gus Dur yakni; 'Hanya ada tiga polisi jujur di Indonesia: patung polisi, polisi tidur, dan Jenderal Hoegeng'.

Anggota DPRD Ditangkap Bersama Seorang Wanita di Hotel, Diduga Gelar Pesta Narkoba

Kasus Baru Corona di Kota Semarang Menanjak, Bermula dari Pesta Pernikahan

Prediksi Susunan Pemain Everton vs Liverpool di Liga Inggris Malam Ini, Menanti Mohamed Salah

Viral Uang Koin Rp 1.000 Kelapa Sawit Dijual Rp 100 Juta, BI: Masih Berlaku untuk Alat Pembayaran  

Hasil Liga Italia Tadi Malam, AC Milan Terhempas ke Peringkat 9 Padahal Belum Bermain

Hal itu disampaikan Dini Purwono saat diskusi bertajuk 'Antara Riuh-Keruh Media Sosial dan Kebebasan Berpendapat: Bagaimana Menertibkan?' melalui virtual, Sabtu (20/6/2020).

"Jangan defensif dong, manggil-manggil orang gitu. Tidak perlu reaktif. Kalau (polisi--red) disamakan dengan lelucon itu, berarti ada yang enggak beres dengan institusi kita," kata Dini.

Dini menyebut, langkah yang dilakukan Kepolisian Resor Kepulauan Sula, Maluku Utara itu menunjukkan bahwa tak memahami hukum.

"Jangan dibatas-batasi, kritik itu sah-sah saja dan seharusnya menjadi bahan evaluasi agar kita lebih baik," ujar Dini.

Sebelumnya diberitakan, Ismail Ahmad dan Riman Iosen, warga Kepulauan Sula, Maluku Utara ditangkap Polres Kepulauan Sula.

Keduanya diamankan karena mengunggah celotehan Presiden Republik Indonesia keempat KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur soal polisi jujur di Indonesia.

Kabar penangkapan kedua pemuda itu disampaikan oleh politisi Partai Demokrat, Rachland Nashidik.

Dalam sebuah artikel yang dibagikannya, keduanya ditangkap karena diduga melakukan pencemaran nama baik Polri.

Keduanya pun diminta meminta maaf depan Wakapolres Kepulauan Sula, Kompol Arifin La Ode burry, KBO Reskrim Abd Rahim Umaternate, Paur Humas Brika Suwandi Sangadji dan sejumlah awak media di Mapolres Kepulauan Sula.

Keduanya berjanji tidak akan lagi mengulangi perbuatannya.

Berikut isi permintaan maaf Ismail Ahmad dan Riman Iosen :

Saya selaku pribadi memohon maaf sebesar-besarnya atas postingan saya di media sosial Facebook yang menyinggung instansi maupun masyarakat.

Saya merasa sangat menyesal dan bersalah serta berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan tersebut.

Apabila hal tersebut saya langgar, maka saya siap untuk ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku.

Saya mengimbau kepada masyarakat sekalian terutama pengguna media sosial agar lebih baik menggunakan media sosial demi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif di Kepulauan Sula serta tetap mematuhi protokoler kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

(*) 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Stafsus: Kalau Polisi Disamakan dengan Lelucon Gus Dur, Ada yang nggak Beres dengan Institusi Kita

Jadwal Liga Inggris Malam Ini, Liverpool dan Chelsea Bakal Bertanding

Perkosa Tetangga hingga 3 Kali, Pria 6 Anak Ini Mengaku Sudah Bayar

BREAKING NEWS: Diduga Jadi Korban Tabrak Lari di Semarang, Sanuar Ditemukan Meninggal

Warga Ngamuk Bakar 14 Rumah gara-gara Seorang Pemuda Tewas Dibacok

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved