Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Virus Corona Jateng

Ditemukan 3 Pedagang Positif Corona, Pasar Gayamsari Semarang Ditutup

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Semarang kembali menemukan kasus penularan Covid-19 di pasar tradisional.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: m nur huda
Istimewa
Tim gugus tugas penanganan Covid-19 Kota Semarang melakukan penyemprotan disinfektan di area Pasar Gayamsari, Senin (22/6/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Semarang kembali menemukan kasus penularan Covid-19 di pasar tradisional.

Temuan terbaru, ada tiga pedagang Pasar Gayamsari Kota Semarang yang dinyatakan positif Covid-19.

"Kami dapat info dari Dinas Kesehatan ada tiga pedagang yang dinyatakan positif. Sehingga protapnya sama kami tutup sementara untuk disterilkan," kata Kepala Dinas Perdagangan, Fravarta Sadman, Senin (22/6/2020).

Anggota DPRD Ditangkap Bersama Seorang Wanita di Hotel, Diduga Gelar Pesta Narkoba

13 Wilayah di Jawa Tengah yang Bisa Saksikan Gerhana Matahari Cincin 21 Juni 2020

Korea Utara Ancam Musnahkan Amerika Serikat dengan Nuklir Jika Terus Provokasi Korsel 

Fakta Gempa Pacitan Magnitudo 5,1 Tadi Malam: Terasa hingga Yogya & Jawa Tengah, Warga Berhamburan

Penutupan sementara Pasar Gayamsari dilakukan sejak Minggu (21/6/2020) hingga Selasa (23/6/2020) besok.

Saat ini tim gugus tugas tengah melakukan sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan secara menyeluruh di pasar tersebut.

"Hari ini sedang penyemprotan disinfektan. Kemarin sudah dan besok lagi," ucapnya.

Hingga saat ini, lanjut Fravarta, tim gugus tugas telah melakukan tes massal di 27 pasar tradisional.

Adapun 9 pasar di antaranya ditemukan kasus positif Covid-19.

Pasar Gayamsari menjadi pasar tradisional kesembilan yang ditemukan kasus Covid-19 setelah sebelumnya hal serupa terjadi di Pasar Kobong, Karimata, Rasamala, Prembaen, Karangayu, Mangkang, dan Wonodri, dan Meteseh.

Kasus penularan covid-19 di beberapa pasar tradisional, sebut dia, bisa menjadi pembelajaran bagi para pedagang untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan antara lain memakai masker, mencuci tangan sebelum masuk pasar, dan menjaga jarak.

Dengan demikian, diharapkan penulanan virus corona tidak terjadi lagi di area pasar tradisional.

"Ini pasar kesembilan. Kami menyampaikan kepada para pedagang bahwa di pasar tradisional ada yang kena. Kadang kalau belum ada kasusnya mereka belum percaya. Sekarang sesama pedagang ada yang kena. Tentunya, mereka harus lebih disiplin," jelasnya.

Berdisiplin, menurut Fravarta, harus mulai dari diri sendiri.

Pihaknya sudah berupaya terus melakukan patroli dan mengingatkan pedagang untuk menerapkan SOP kesehatan.

Di sisi lain, alat cuci tangan sudah disediakan di masing-masing pasar. Ada dua hingga tiga alat cuci tangan di setiap pasar tradisional.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved