Virus Corona Jateng
Pasangan Suami Istri Asal Salatiga Dinyatakan Positif Corona, Tenaga Kesehatan di Semarang
Sepasang suami istri yang bekerja sebagai tenaga kesehatan dinyatakan positif Covid-19.
TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA- Kasus pasien positif corona di Salatiga bertambah.
Sepasang suami istri yang bekerja sebagai tenaga kesehatan dinyatakan positif Covid-19.
Kasus ini diketahui di Kota Semarang namun datanya dimasukkan di Kota Salatiga karena mereka ber-KTP dan domisili di Salatiga.
• Ancaman Ganjar Berhasil Bikin Ribuan Orangtua Siswa Pakai SKD Palsu Cabut Berkas PPDB Jateng 2020
• Cemburu Buta, Mahasiswa Yogya Tembak Mantan Pacarnya, Seorang Anggota TNI Lalu Melumpuhkan Pelaku
• Syamsuri Ketagihan Jadi Polisi Gadungan, Sekali Ngomong Bisa Dapat Rp 1 Juta
• Sunan Kalijaga 4 Bulan Tak Bertemu, Kondisi Salmafina Bikin Sedih: 2 Organ Vital Infeksi
Kepala Dinas Kesehatan Kota Salatiga Siti Zuraida mengatakan pasien laki-laki berusia 26 tahun bekerja di rumah sakit Kota Semarang.
Sementara istrinya yang berusia 27 tahun bekerja sebagai tenaga kesehatan di Kabupaten Semarang.
"Pemeriksaan pertama dilakukan terhadap suami, ternyata hasilnya swab positif.
Kemudian istrinya juga tes, hasilnya positif juga," jelasnya saat dihubungi, Kamis (25/6/2020).
Menurut Siti, meski beralamat di Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Argomulyo, suami-istri tersebut jarang melakukan sosialisasi dengan tetangga.
Hal ini karena keduanya bekerja di luar kota.
“Rumah di Tegalrejo hanya untuk pulang tidur, tak ada aktivitas sosial dengan lingkungan sekitar.
Tapi, ada keluarga empat orang di Kalicacing sudah kita tracing dan hasilnya negatif,” kata Siti.
Dengan adanya tambahan dua kasus tersebut, jumlah akumulasi pasien positif menjadi 73 orang, dengan rincian 34 pasien masih menjalani perawatan dan 39 orang dinyatakan sembuh.
Pasien dalam pengawasan (PDP) ada dua orang, orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 247, bertambah 32 orang dan orang dalam pemantauan (ODP) 96 orang.
Siti mengungkapkan, saat ini Salatiga masih berstatus zona hijau.
Namun karena ada tren penambahan jumlah pasien positif, maka tingkat kerawanan juga menjadi naik.