Breaking News:

Berita Sragen

Dana Tabungan Haji Dimanfaatkan Bangun Kantor Pusat Layanan Haji dan Umroh Terpadu di Sragen

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sragen Hanif Hanani menyampaikan besaran anggaran yang digunakan sebesar Rp 1,8 miliar dari pagu anggaran Rp 2 miliar.

TRIBUN JATENG/MAHFIRA PUTRI MAULANI
Peletakan batu pertama pembangunan Kantor Pusat Layanan Haji dan Umroh Terpadu oleh Kepala Kantor Kemenag Sragen, Hanif Hanani, Jumat (26/6/2020) 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sragen bangun Kantor Pusat Layanan Haji Umroh Terpadu (PLHT).

Kantor yang berdiri di kawasan kantor Kemenag Sragen ini akan dibangun luas bangunan 215 meter persegi dengan sumber dari dana haji Kabupaten Sragen.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Ahmad Ulin Nur Hafsun menyampaikan pembangunan ini berbasis Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Dua Remaja Asal Grobogan Kepergok New Tim Elang saat Tenggak Ciu, Ini yang Dilakukan Polisi

Verifikasi PPDB Jateng Berlapis, Ganjar Pastikan Coret yang Ketahuan Curang Data SKD

Sambut Era New Normal, Tingkat Kunjungan Ke Mal, PKL, hingga Pasar Tradisional Mulai Meningkat 

Pemkab Sragen Anggarkan Rp 2,4 Miliar Untuk Relawan Covid-19 Tingkat Desa

"Jadi dalam rangka pembiayaan pekerjaan-pekerjaan yang ada di Indonesia kementerian keuangan penerbitan SBSN ini ada peraturan presiden tentang SBSN."

"Sumber dana dari haji yang disimpan di bank, dana haji kan bisa dipakai negara dengan catatan meminjam nanti yang mengembalikan juga negara," kata Ulin.

Sementara itu Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sragen Hanif Hanani menyampaikan besaran anggaran yang digunakan sebesar Rp 1,8 miliar dari pagu anggaran Rp 2 miliar.

"Sumber dana yaitu dari tabungan haji. Jadi dari haji kembali ke haji, bukan APBN. Tabungan haji pemanfaatannya termasuk untuk pembangunan gedung ini," kata Hanif.

Gedung yang dibangun di ex rumah dinas Kankemenag ini akan menghabiskan waktu selama 150 hari pembangunan.

Dibangunnya di ex rumah dinas Kankemenag, Hanif menyampaikan rumah dinas akan dihapuskan.

"Rumah dinas dihapuskan karena sudah tidak ada perawatan, perawatan gedung kan juga mahal ada genteng bocor atau bagaimana, jadi saya mohon untuk mendirikan ini," katanya.

Adanya kata terpadu dalam kantor pelayanan haji dikatakan Hanif memang ada perbedaan dari kantor sebelumnya.

Kantor PLHT ini nanti tidak akan hanya melayani masyarakat yang akan mendaftar haji dan umroh saja namun juga termasuk alumni haji dan umrah.

"Haji umroh akan dilayani, seperti ada pengajian karena nanti di lantai 2 ada aula sehingga bisa dimanfaatkan tidak hanya calon haji, bisa saja anak-anak yang mau manasik bisa menggunakan," katanya.

Selain itu, Hanif menyampaikan setiap tahun, Sragen jumlah jamaah haji rata-rata 1.200 per tahun dan terbanyak di Soloraya.Sementara itu, pendaftar haji dalam satu tahun bisa mencapai 4.000 orang.

"Itu belum termasuk pendaftar umrohnya mungkin bisa 10.000 ke atas satu tahun maka pembangunan PLHT ini sangat diharapkan didirikan di Sragen dan belum semua Kabupaten ada," katanya. (uti)

Pengajuan Izin Usaha PKL di Solo Meningkat Sebesar 10 Persen Selama Pandemi

Sepasang Kekasih di Semarang Dikeroyok 5 Lelaki, Diduga Berawal dari Cek-cok di Sunan Kuning

Harga Emas Antam di Semarang Hari Ini Naik Rp 3.000 Pergram, Berikut Daftar Lengkapnya

Promo JSM Superindo 26-28 Juni 2020, Diskon Akhir Pekan Ini!

Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved