Berita Jawa Tengah
Dieng dan Serulingmas Zoo Banjarnegara Siap-Siap Dibuka, Begini Protokolnya
Pemerintah Kabupaten Banjarnegara bersiap menyambut era new normal atau tatanan kehidupan baru di masa pandemi Covid-19.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Pemerintah Kabupaten Banjarnegara bersiap menyambut era new normal atau tatanan kehidupan baru di masa pandemi Covid-19.
Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono mengatakan, pihaknya sedang mempersiapkan pembukaan sejumlah objek wisata yang dikelola Pemkab Banjarnegara, semisal Dieng dan Taman Rekreasi Marga Satwa Serulingmas.
Budhi mengatakan, di objek wisata itu sebagian perlengkapan untuk mendukung pelaksanaan protokol kesehatan bagi wisatawan telah siap, antara lain alat cuci tangan hingga masker.
• Berikut Identitas Korban Kecelakaan di Tol Solo-Semarang, Sopir Meninggal Dunia
• Viral Ayah Gerebek Anak Perempuannya di Hotel Melati Bersama Pacar
• Viral 2 Wanita Jalani Sumpah Pocong Soal Tuduhan Miliki Ilmu Santet, Terbukti Berbohong Meninggal
• Setelah Tolong Korbannya saat Kecelakaan di Boyolali, Pemuda Ini Lari, Beberkan Alasannya ke Polisi
Tetapi ia belum bisa memastikan kapan objek wisata unggulan itu akan dibuka.
"Secepatnya.
Doakan saja," katanya.
Sementara itu, Direktur TRMS Serulingmas Lulut Yekti Adi mengaku pihaknya mulai mempersiapkan segala persyaratan untuk pembukaan objek wisata.
Di antaranya, dengan membentuk tim gugus penanganan Covid 19 untuk menunjang pembukaan objek wisata.
Selain itu, pihaknya juga memesan tempat cuci tangan untuk memfasilitasi wisatawan dalam rangka pencegahan penularan virus corona.
Pihaknya juga menyiapkan simulasi sebelum objek wisata dibuka untuk umum.
"Kita persiapan sudah, mulai penuhi persyaratan.
Tapi belum tahu perkapan mau dibuka, menunggu instruksi pemerintah,"katanya
Jika dibuka nanti, menurut dia, pastinya pola pelayanan akan berubah menyesuaikan aturan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.
Antrean di loket masuk akan diatur agar wisatawan tetap bisa berjaga jarak satu sama lain.
Pihaknya juga menyiapkan penjualan tiket secara online untuk mengurangi kontak langsung.
Akam ada petugas khusus yang memerhatikan dan mengawasi titik-titik kerumunan untuk memastikan wisatawan tetap mematuhi protokol yang ditetapkan.
"Jumlah wisatawan juga akan dibatasi.
Karena sesuai aturan, ada pembatasan jumlah pengunjung dan jam operasional,"katanya
TRMS Serulingmas terdampak lebih karena wabah corona dibanding objek wisata lain.
Pasalnya, kebun binatang ini memiliki koleksi satwa yang tetap butuh perhatian di masa pandemi.
Biaya operasional kebun binatang itu cukup besar, termasuk untuk pakan satwa yang menghabiskan sekitar 100 an juta tiap bulan.
Hampir separuh anggaran itu dipakai untuk mencukupi pakan hewan karnivora atau pemakan daging.
Biaya operasional itu biasanya tercukupi dari penghasilan melalui penjualan tiket masuk.
Sejak ditutup Maret 2020 lalu, objek wisata itu otomatis tidak memiliki pemasukan.
Pengelola sampai menggalang donasi masyarakat untuk membantu kebutuhan pakan satwa. (aqy)
• Warga Terbangun Dengar Suara Mirip Mercon saat Warung Makan Selebritis di Semarang Terbakar
• Serukan Pencabutan RUU HIP dari Prolegnas, Pemuda Pancasila Pati Ajak Konsentrasi Tangani Pandemi
• Janda di Pemalang Nekat Beri Makan 2 Anak Pakai Uang Haram Hasil Gadai 12 Unit Motor Rental
• Kisah Miyabi Relakan Keperawanan di Usia 13 Tahun hingga Jadi Bintang Film Porno, Honornya wow!