Breaking News:

Airport Corner

Lion Air Buka Kesempatan Kerja Kembali Bagi 2600 Eks Karyawan yang Tidak Diperpanjang Kontraknya

Maskapai Lion Air akan membuka kesempatan bekerja kembali kepada 2.600 eks karyawannya yang kontrak kerjanya tidak diperpanjang.

Tribunjabar/Eki Yulianto
Pesawat Lion Air di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Maskapai Lion Air akan membuka kesempatan bekerja kembali kepada 2.600 eks karyawannya yang kontrak kerjanya tidak diperpanjang.

Hal itu disampaikan oleh Corporate Communications Strategic of Lion Air Group,Danang Mandala Prihantoro.

Danang menuturkan saat ini tren perjalanan udara mengalami peningkatan.

BREAKING NEWS: Dokter Semarang Ahmadi Nur Huda Meninggal Karena Corona, Kakak Ipar Said Muhtar

Pernyataan Resmi Nella Kharisma Soal Cak Malik Bukan Suaminya: Gak Eruh Tapi Kemeruh

Biodata Dinda Hauw Istri Rey Mbayang, Pemain Film Surat Kecil Untuk Tuhan

Jennifer Lopez Bersepeda Pakai Baju Renang, Intip yuk!

Operasional layanan penerbangan menunjukkan tren yang naik.

Itu ditunjukan dimana saat ini terjadi peningkatan jumlah penumpang yang menaiki pesawat.

Selain itu, berbagai macam program inisiasi yang dilakukan oleh pemerintah membuat pergerakan perekonomian mulai terjadi sehingga aktivitas penerbangan mulai bangkit.

"Dokumen perjalanan yang semakin mudah, akses untuk melakukan rapid test serta harga untuk melakukan rapid test yang semakin terjangkau pula," ujarnya beberapa waktu yang lalu.

Ia menambahkan melihat pergerakan pada penerbangan yang menujukan tren positif ini, pihaknya membuka kesempatan bekerja kembali karyawannya yang sempat kontraknya tidak diperpanjang.

"Pihak Lion air sendiri akan terus melakukan analisis, mengumpulkan data dan informasi, mempelajari situasi yang terjadi dengan pandangan bisnis ke depan,"pungkasnya

Sebelumnya Maskapai Lion Air sempat melakukan pengurangan tenaga kerja mereka sebanyak 2.600 pekerja.

Pengurangan tersebut dilakukan dengan cara tidak memperpanjang kontrak kerja para karyawannya.

Hal itu dikarenakan operasional yang rendah membuat pendapatan perusahaan menjadi minim.(*)

Mahasiswi Kedokteran Ini Dinyatakan Positif Corona Setelah Pulang dari Semarang

Perampokan di Kudus, Anjing Lim Cahyo Dibunuh Perampok Saat Gasak Total Harta Rp 2 Miliar

Sopir Taksi Online Semarang Nyambi Jadi Kurir Narkoba, Victor Dapat Pesanan Sabu Napi di Penjara

Viral Warga Ngawi Sendirian Pindahkan Rumah dalam Semalam, Mirip Kisah Roro Jonggrang

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved