Berita Semarang

Masih Pandemi, Pemkot Semarang Imbau Warga Sembelih Hewan Kurban di RPH

Pemkot Semarang mengimbau masyarakat untuk melakukan pemotongan hewan di rumah pemotongan hewan (RPH) saat Idul Adha besok.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: m nur huda
TRIBUN JATENG / EKA YULIANTI FAJLIN
Kepala Unit RPH dan BHP, Ika Nurawati mengecek tempat pemotongan dan hewan kurban yang telah masuk di RPH, Minggu (26/7/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Di tengah pandemi Covid-19, Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kota Semarang mengimbau masyarakat untuk melakukan pemotongan hewan di rumah pemotongan hewan (RPH) saat Idul Adha besok.

Unit Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dan Budidaya Hewan Potong (BHP) Penggaron Kota Semarang pun siap melayani masyarakat dalam melakukan pemotongan hewan.

Kepala Unit RPH dan BHP, Ika Nurawati telah menyiapkan tujuh tim pemotongan sapi. Setiap tim terdiri dari tiga orang.

Tragedi Menyayat Hati, Bocah Bersepeda Tewas Tertabrak Truk di Depan Ayah dan Ibu 

Penantang Gibran Lengkapi 21.063 Dukungan: Kami Sudah Siap Bertarung di Pilkada Solo 2020

Achmad Yurianto Tak Lagi Jadi Jubir Pemerintah untuk Covid-19, Ini Kesibukannya Sekarang

Jual Furniture, Elektronik Bekas dan Baru Semarang serta Iklan Kehilangan, Minggu 26 Juli 2020

Ditambah, pihaknya ada tujuh orang untuk tenaga potong kambing.

Sedangkan untuk juru sembelih, RPH memiliki dua karyawan. Pada Idul Adha nanti, Juru Sembelih Halal (Juleha) Indonesia juga akan membantu di RPH.

Pihaknya pun berupaya menambah tim mengingat di tengah pandemi Covid-19 diprediksi permintaan pemotongan hewan akan naik.

"Tahun kemarin kami cuma siapkan lima tim. Tahun ini kami tambah menjadi tujuh tim. Kami usahakan nanti bisa sepuluh tim. Tapi, kalau ada dari masyarakat yang sudah punya tukang kelip dan mau menggunakan fasilitas juga bisa," kata Ika, Minggu (26/7/2020).

Dia melanjutkan, kapasitas pemotongan di RPH Penggaron sebanyak 50 ekor per hari. Sejauh ini sudah ada 167 sapi dan 40 kambing yang sudah didaftarkan untuk disembelih di RPH Penggaron.

"Tahun sebelumnya hanya 75 ekor. Ini tambah hampir dua kali lipat. Kami membuka pemotongan saat hari H dan tiga hari tasyrik. Kalau sudah penuh maka pendaftaran akan kami tutup," jelasnya.

Masyarakat yang hendak memotongkan hewan kurban di RPH, kata Ika, harus mendaftar terlebih dahulu ke RPH. Adapun biaya pemotongan untuk sapi sebesar Rp 1 juta per ekor, sedangkan kambing sebesar Rp 250 ribu per ekor.

Pihaknya akan mengatur jadwal agar tidak datang berbarengan. Di tengah pandemi Covid-19, dia mengupayakan agar tidak terjadi kerumunan saat pemotongan.

"Kami batasi sohibul kurbannya. Kalau dulu mau datang berapa saja silaka, tapi sekarang paling satu ekor sapi satu orang sohibul kurban yant datang, lainnya bisa secara daring," jelasnya.

Lebih lanjut, Ika memaparkan, pada tahun-tahun sebelumnya semua aktivitas dari penyembelihan hingga pembungkusan daging kurban dilakukan di RPH. Namun, tahun ini pihaknya hanya membolehkan hingga proses pemotongan saja. Pembungkusan dilakukan di masjid masing-masing.

"Kami melakukan sistem mereka tidak terlalu lama di RPH. Kalau yang ingin rajang-rajang dan packing disini saya perbolehkan dengan syarat dari instansi atau masjid terkait sudah melakukan rapid tes dengan hasil non reaktif," tambahnya.

Saat pemotongan nanti, protokol kesehatan tetap diberlakukan secara ketat. Ika telah menyiapkan sejumlah tempat cuci tangan di beberapa titik. Petugas juga akan melakukan pengecekan suhu tubuh.

Pihaknya telah melakukan rapid dan swab test untuk seluruh karyawan RPH untuk memastikan petugas yang akan melayani pemotongan benar-benar aman dari Covid-19.

Sebelumnya, Kepala Dispertan Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur menyarankan penyembelihan dilakukan di RPH. Namun, diakuinya RPH memang cukup terbatas.

Pihaknya membolehkan melakukan pemotongan sendiri dengan syarat panitia atau pelaksana harus dalam kondisi sehat dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Dia juga mengimbau masyarakat agar tidak turut menonton prosesi penyembelihan. Penyembelihan disarankan hanya dilakukan panitia dan petugas saja. (eyf)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved