Breaking News:

Berita Jateng

Anggota Dewan Pertimbangan PSHT Sukoharjo Penuhi Panggilan Ditreskrimsus Polda Jateng

Anggota Dewan Pertimbangan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Sukoharjo Choirul Rus Suparjo memenuhi panggilan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (

IST
Anggota Dewan Pertimbangan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Sukoharjo Choirul Rus Suparjo bersama kuasa hukumnya penuhi panggilan Ditreskrimsus Polda Jateng 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Anggota Dewan Pertimbangan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Sukoharjo Choirul Rus Suparjo memenuhi panggilan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng, Selasa (28/7/2020).

Dia datang ke Ditreskrimsus Polda Jateng yang beralamat di jalan Sukun Raya, Banyumanik, Kota Semarang didampingi dua kuasa hukumnya.

Choirul menyebut kedatangannya untuk memenuhi panggilan atas dasar pengaduan seseorang yang diduga berasal dari internal perguruan silat PSHT yang ada di wilayah Solo Raya.

Kisah Pengakuan PSK Online Semarang: Dari Ayam Kampus hingga Jadi Karyawati, Kini Coba Jualan Baju

PKS Incar Purnomo untuk Tantang Gibran di Pilkada Solo, Tidak Menolak Tapi Belum Mengiyakan

Jokowi Telepon Donald Trump, Amerika Serikat Langsung Kirim 1.000 Ventilator ke Indonesia

Viral Dua Sejoli Berbuat Jorok Lupa Menutup Tirai Gorden Hotel, Jadi Tontonan Warga

"Sebagai warga negara Indonesia yang baik, saya akan taat hukum dan akan melakukan klarifikasi terhadap penyidik Ditreskrimsus.

Namun laporan atau pengaduan terkait masalah apa saya juga belum mengerti," kata Choirul.

Choirul juga menegaskan, walaupun yang membuat laporan atau pengaduan diduga masih saudara seperguruan, namun dirinya akan tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Choirul menduga bahwa pengaduan ke Ditreskrimsus ini terkait konten video yang ia buat pada tahun 2019 lalu.

Ia mengaku membuat video tersebut demi kondusivitas negara saat itu.

"Saat itu ada yang mengklaim Parluh 17.

Padahal sesuai AD/ART saat itu yang sah adalah Parluh 16.

Dari situlah konflik saring serbu terjadi,” imbuhnya.

Dirinya mengaku dalam video tersebut ia mengatakan untuk tidak saling serbu karena hal ini merupakan kebodohan, karena dalam PSHT tidak mengajarkan hal seperti itu.

Terlebih hal tersebut dilakukan oleh saudara seperguruan sendiri.

Di dalam video itu Choirul mengatakan bahwa seorang yang mengatasnamakan Punjer Jawa Tengah itu adalah seorang yang diduga berpangkat AKBP yang saat itu melakukan pelucutan pakaian yang dianggapnya telah melakukan tindakan pidana.

"Ini saya klarifikasi dulu ke penyidik, setelah ini saya juga akan ke Polda Jateng," katanya. (goz)

Ini Alasan Plt Bupati Kudus Belum Izinkan Belajar Tatap Muka

UPDATE : Ini Identitas 9 Korban Luka-luka Tabrakan Bus Penumpang di Pati

84 Orang PPDP di Kabupaten Semarang Kedapatan Abaikan Protokol Kesehatan saat Coklit

Aryadi Ungkap Fakta Baru Misteri Temuan Situs Diduga Ondo Budho di Bukit Sipandu Dieng

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved