Berita Pekalongan
8 Orang Korban Kebakaran di Pekalongan Jalani Perawatan Intensif di RSUD Bendan
Delapan orang korban kebakaran di Pekalongan masih menjalani perawatan intensif di RSUD Bendan Kota Pekalongan.
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Delapan orang korban kebakaran di Pekalongan masih menjalani perawatan intensif di RSUD Bendan Kota Pekalongan.
Mereka sebelumnya terjebak dalam rumah sekaligus ruko di Jalan KH Mas Mansyur No 24 RT 5 RW, Kelurahan Bendan Kergon, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, yang terbakar Rabu (29/7/2020) dini hari.
Kabid Pelayanan RSUD Bendan Budi Santoso mengatakan hingga saat ini pihak rumah sakit masih terus mengawasi kondisi kedelapan pasien yang masih satu keluarga tersebut, untuk memastikan tidak ada keluhan yang berarti.
"Pagi tadi itu yang datang ke RSUD Bendan ada 9 orang korban kebakaran, dari 9 orang tersebut ada 1 orang yang meninggal dunia. Sedangkan, yang 8 orang kami masih follow up perkembangan kondisinya," kata Kabid Pelayanan RSUD Bendan Budi saat ditemui Tribunjateng.com.
• Jokowi Telepon Donald Trump, Amerika Serikat Langsung Kirim 1.000 Ventilator ke Indonesia
• Kantor PDIP Dilempar Bom Molotov Tadi Malam, Sekjen DPP: Kami Tidak Kenal Takut
• Pasutri Tewas Bersimbah Darah di Tegal, Diduga Terkait Bisnis Love Bird
• Kapolda Jateng Harap GP Ansor Trigger Kader di Daerah untuk Kikis Fundamental
Menurut Budi, sampai saat ini kedelapan pasien masih dalam kondisi yang stabil dan akan terus dipantau oleh rumah sakit.
"Sampai detik ini kondisi korban kebakaran stabil," ujarnya
Budi menjelaskan, sementara untuk keluhan yang dialami pasien di antaranya luka bakar, dan agak sesak yang kemungkinan disebabkan menghirup asap kebakaran.
"Luka bakar ada 1 orang, tapi itu cuma luka bakar ringan. Sekarang yang kami follow up yaitu pasien yang mengalami keluhan sesak nafas," jelasnya.
Sementara untuk satu orang korban kebakaran yang meninggal dunia, Budi mengaku belum bisa memastikan penyebab kematiannya, karena harus melalui proses autopsi terlebih dahulu.
Sementara itu, Eko Sugondo (44) korban kebakaran menceritakan pada saat itu ia masih tidur, lalu mendengar teriakkan sehingga terbangun.
"Waktu itu sudah gelap mas, saya terbangun mendengar suara teriakan di lantai bawah. Setelah, turun ke bawah melihat api di depan. Saya langsung mengevakuasi istri, anak, dan adik-adiknya ke kamar mandi yang ada di lantai 2."
"Kemudian, mereka saya siram menggunakan air. Setelah itu saya pingsan dan tidak tahu apa-apa lagi," kata Eko.
Menurutnya, ia mulai sadar pada saat dievakuasi oleh tim pemadam kebakaran.
"Saya baru sadar, karena menghirup udara saat di berada bawah. Saya sadar, karena merasa digendong sama petugas," ujarnya. (Dro)
• Berikut Nama-nama Korban Kebakaran di Pekalongan, Satu Orang Meninggal