Berita Semarang
Sosok Mayat Pria Kurus Tak Terurus Tergeletak di Marabunta Semarang, Matanya Masih Terbelalak
Sosok mayat pria tanpa busana ditemukan di dalam gudang Marabunta Kota Semarang, Kamis (30/7/2020).
Penulis: iwan Arifianto | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sosok mayat pria tanpa busana ditemukan di dalam gudang Marabunta.
Tepatnya Jalan Satria selatan RT 2 RW 5 Kelurahan Plombokan Kecamatan Semarang Utara Kota Semarang.
Temuan mayat tak beridentitas itu pada Kamis (30/7/2020) sekira pukul 16.00 WIB.
• Bacaan Takbir Idul Adha 2020, Lengkap dengan Latin dan Artinya
• Ayu Dewi Syok Suami Regi Datau Masih Menghubungi Mantan Kekasih
• Nyawa Perebut Bini Orang Kebumen Nyaris Melayang, Beruntung Gagang Golok Si Malaikat Maut Rusak
• Polah Monyet Gila Seks yang Kuasai Kota Lopburi dan Bermarkas di Bioskop, Polisi Kewalahan Tangani
"Betul ada temuan mayat di lokasi gudang Marabunta," terang Kanit Reskrim Polsek Semarang Utara, AKP Sarimin saat dihubungi Tribunjateng.com.
AKP Sarimin menuturkan, identitas korban yakni Supardi usia sekira 50 tahun warga Kampung Wonosari RT 8 RW 3 kelurahan Randusari Kecamatan Semarang Selatan Kota Semarang.
"Korban selama ini hidup menggelandang bertahun-tahun," jelasnya.
Dia menuturkan, mayat pria tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang saksi yang bekerja di dekat gudang tersebut.
Saksi itu masih melihat korban dalam kondisi hidup sekira pukul 07.00.
Korban saat itu sedang duduk di area gudang Marabunta dalam keadaan telanjang.
Tidak berselang lama, korban tertidur pada pukul 07.30.
Lantaran kasihan, saksi tersebut menutupi tubuh korban menggunakan karung agar tidak kedinginan kemudian melanjutkan aktifitasnya.
"Waktu siang hari korban tidak bergerak, lalu saksi tersebut mengecek korban setelah melakukan pengecekan ternyata korban sudah tidak bernafas," bebernya.
Dijelaskan AKP Sarimin, anak perempuan korban berhasil dihubungi dan sudah mendatangi lokasi kejadian.
Mayat korban lalu dibawa ke ruang jenazah RSUP Kariadi Semarang.
"Anak korban menerangkan bahwa setiap hari mengantar makan ke gudang Marabunta untuk makan ayahnya."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/mayat-pria-marabunta-semarang.jpg)