Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pendidikan

Cerita Susah Sinyal dari Bawang Batang, Sofiatun dkk Sampai Naik Atap Ikuti PJJ

Kondisi geografis menyebabkan sejumlah siswa SMPN 4 Bawang berjibaku mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)

Penulis: budi susanto | Editor: muslimah
zoom-inlihat foto Cerita Susah Sinyal dari Bawang Batang, Sofiatun dkk Sampai Naik Atap Ikuti PJJ
Istimewa
Sejumlah siswa di Desa Sigemplong, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang mengikuti PJJ dari atas atap, beberapa waktu lalu

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Kondisi geografis menyebabkan sejumlah siswa SMPN 4 Bawang berjibaku mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)

Bahkan mereka harus naik ke atas rumah untuk mendapatkan sinyal guna mengerjakan tugas sekolah yang digelar secara daring.

Adapun siswa SMPN 4 Bawang mayoritas tinggal di Desa Sigemplong Kecamatan Bawang Kabupaten Batang.

Promo Superindo 30 Juli - 2 Agustus 2020, Ada Super Diskon Ulang Tahun, Simak Daftar Lengkapnya

Rumah Mertua Hesti Purwadinata Seluas Dua Kali Lapangan Bola, Ditawar Andre Taulany Rp 25 Miliar

Dede Sunandar Banting Setir Jualan Mi Ayam Buat Bayar Utang, Sule Kaget Tahu Harga Semangkoknya

Banyak yang Tidak Tahu, Jangan Langsung Simpan Daging Kurban di Freezer, Kualitas Akan Menurun

Desa tersebut berada di sabuk dataran tinggi Dieng, serta dihimpit sejumlah bukit.

Hal tersebut membuat sinyal provider hilang, yang membuat para pelajar kesulitan mengakses internet.

Perangkat penerima sinyal, ataupun Wifi pun tak mampu menembus kondisi geografis di wilayah tersebut.

Dikatakan Sofiatun (14) satu di antara siswi SMP4 Bawang, pelajar yang tinggal di Sigemplong selalu tertinggal mengikuti pembelajaran online.

"Di sini sinyal kadang hilang, maka dari itu teman-teman naik ke atap untuk mendapatkan sinyal," katanya saat ditemui Tribunjateng.com di Desa Sigemplong, Jumat (31/7/2020) siang.

Dilanjutkannya, rekan satu kelasnya berjumlah 16 orang dan semua melakukan hal yang sama.

"Ya semua mencari sinyal, ada yang di atas atap, kalau beruntung dapat sinyal di sekitar bukit atau ladang kentang," paparnya.

Perjuangan Sofiatun bersama rekan-rekannya dilakukan semenjak diberlakukannya PJJ di tengah pandemi Covid-19.

"Karena sinyal susah tak jarang kami tidak mengerjakan tugas dari guru. Guru kami juga memahami kalau kondisinya susah sinyal, jadi tidak marah dan diberikan waktu sampai bisa mengerjakan," katanya.

Ia menuturkan, tiga hari lalu ada pihak yang memasang perangkat Wifi di sekitar pemukiman.

"Karena orang tua kami tak mampu membelikan kuota, kadang kami minta izin menggunakan wifi itu.

Namun sama saja sinyalnya juga tidak bagus, bahkan sering tidak bisa digunakan," paparnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved