Berita Internasional
Intelijen AS Sebut Ada Langkah Terselubung Rusia, China, Iran Terkait Trump di Pilpres AS
Kepala intelijen terkemuka AS memperingatkan bahwa China, Rusia, dan Iran termasuk negara-negara yang berusaha memengaruhi pemilihan presiden AS tahun
TRIBUNJATENG.COM, WASHINGTON DC - Kepala intelijen terkemuka AS memperingatkan bahwa China, Rusia, dan Iran termasuk negara-negara yang berusaha memengaruhi pemilihan presiden AS tahun ini.
Melansir BBC, sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kontra- intelijen AS mengatakan, negara-negara asing itu menggunakan "langkah-langkah pengaruh terselubung dan terbuka" untuk memengaruhi pemungutan suara.
Negara-negara ini "memiliki preferensi untuk siapa yang bakal memenangi pemilihan," tambahnya.
• Deretan Harga HP di Atas Rp 10 Juta hingga 40 Jutaan: Samsung Galaxy, Huawei, Iphone
• Kabar Terkini, Ashanty Sebut Pelaku Penghina Aurel Hermansyah Gunakan Foto Anak Kecil
• SMP di Brebes Sudah Laksanakan Sekolah Tatap Muka Atas Permintaan Wali Murid
• Bicara di Kongres Partai Gerindra, Jokowi: Tak Satupun Negara di Dunia Siap Hadapi Pandemi
Kepala intelijen AS mengatakan bahwa Rusia ikut campur dalam pemilihan presiden AS 2016 untuk membantu kampanye Presiden Donald Trump.
Rusia membantah tuduhan tersebut.
Ditanya pada konferensi pers pada Jumat (7/8/2020) mengenai apa yang dia rencanakan tentang laporan campur tangan pemilu, Presiden Trump mengatakan, pemerintahannya akan "mengawasi" soal itu.
Pengumuman itu muncul di tengah klaim oleh Trump tentang bahaya surat suara melalui kotak surat suara.
Dia telah menyarankan bahwa pemungutan suara ditunda demi mencegah "pemilihan yang paling tidak akurat dan curang dalam sejarah", yang memicu reaksi balik, bahkan dari kalangan anggota partainya sendiri.
Hal itu juga menyusul keluhan dari anggota parlemen Demokrat bahwa badan intelijen AS tidak merilis informasi kepada publik tentang campur tangan asing dalam pemungutan suara tahun ini.
Sebagai presiden dari Partai Republik, Trump berusaha untuk memenangi masa jabatan kedua.
Penantangnya adalah kandidat Demokrat dan mantan Wakil Presiden Joe Biden.
Apa yang disebut dalam pernyataan intelijen soal campur tangan asing?
Kepala kontraintelijen nasional dan Pusat Keamanan (NCSC), William Evanina merilis sebuah pernyataan pada Jumat kemarin.
Pernyataannya berbunyi, negara-negara asing mencoba untuk memengaruhi preferensi pemilih, mengubah kebijakan AS dengan "meningkatkan perselisihan" dan "merusak kepercayaan rakyat Amerika dalam proses demokrasinya".
Namun, kepala kontraintelijen menambahkan bahwa akan "sulit bagi musuh kita untuk mengganggu atau memanipulasi hasil pemungutan suara dalam skala besar."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/presiden-as-donald-trump-berbicara-selama-pengarahan-harian-gugus-tugas-koronavirus.jpg)