Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Pasukan Ansarullah Sapu Markas ISIS, Tentara Inggris Diciduk Karena Tolak Perang di Yaman

Perkembangan terkini dari Yaman, pasukan Ansarullah yang berintikan warga Houthi, berhasil menyapu kelompok teroris ISIS di wilayah terakhir yang mere

Editor: m nur huda
Tehran Times
Pasukan Ansarallah di Yaman 

TRIBUNJATENG.COM, BEIRUT - Perkembangan terkini dari Yaman, pasukan Ansarullah yang berintikan warga Houthi, berhasil menyapu kelompok teroris ISIS di wilayah terakhir yang mereka kuasai di Provinsi Al-Bayda.

Sukses operasi penumpasan ISIS itu didokumentasikan lewat video berdurasi lebih kurang 30 menit. 

Pasukan Ansarullah menewaskan pemimpin ISIS Yaman, Radwan Qinan.

Sosok ini juga dikenal lewat nama panggilan Abu Al-Walid Al-'Adani. Basis kelompok ISIS di kawasan pegunungan Al-Bayda juga sepenuhnya dihancurkan.

Daerah tersisa di luar kendali mereka di Kegubernuran Al-Bayda juga berhasil direbut Ansarallah. Sukses itu disambut gembira warga Al-Bayda.

Kekalahan ISIS di Yaman tengah akan memainkan peran penting bagi gerakan Ansarallah, karena mereka saat ini mencoba mendekati ibu kota administratif Kegubernuran Marib.

Selama akhir pecan lalu, pasukan Ansarullah membuat kemajuan penting di Kegubernuran Marib, ketika pasukan mereka merebut Kamp Mas dan beberapa puncak bukit dekat Kegubernuran Al-Jawf.

Dengan hampir seluruh wilayah barat Marib di bawah kendali mereka, pasukan Ansorullah kemungkinan akan membuat dorongan untuk merebut ibukota administratif Al-Bayda dalam beberapa hari ini.

Konflik di Yaman terus berlanjut menyusul kebuntuan dialog kelompok Houthi dan koalisi Arab serta pemerintahan Presiden Yaman Abd Rabbouh Mansour Hadi.

Pemimpin kelompok Ansarullah, Mohammad Ali Al-Houthi, mengecam kebuntuan itu.

"Upaya mediasi yang dipimpin Utusan Khusus PBB untuk Yaman, Martin Griffiths, dengan Arab Saudi telah menemui jalan buntu," katanya kepada Aljazeera.

Ali Al-Houthi menuduh Arab Saudi dan UEA menghalangi perdamaian di Yaman dengan melancarkan serangan, sembari berdamai dengan Israel pada saat bersamaan.

Dia mengatakan, Arab Saudi menyesatkan dunia, dan mereka terus melawan Yaman. Klaim mereka, perundingan rahasia terus berlangsung.  

 “Tidak ada negosiasi rahasia sama sekali dengan Arab Saudi, dan jika ada negosiasi yang akan kami tunjukkan kepada dunia, kami tidak memiliki agenda untuk ditakuti,” kata Al-Houthi.

Anggota Dewan Politik Tertinggi Yaman menegaskan perang terbuka akan terjadi antara Houthi Yaman dan Arab Saudi, jika agresi mereka tak juga dihentikan.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved