Budi Penampar Perawat Dituntut 10 Bulan Penjara

Jaksa Kejari Semarang, Zahri Aeniwati menyatakan, terdakwa Budi Cahyono terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana

Penulis: m zaenal arifin | Editor: galih pujo asmoro
Shutterstock/kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Budi Cahyono, terdakwa kasus pemukulan perawat Klinik Pratama Dwi Puspita, Semarang Timur, dituntut pidana 10 bulan penjar dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Rabu (2/9).

Jaksa Kejari Semarang, Zahri Aeniwati menyatakan, terdakwa Budi Cahyono terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana diatur Pasal 335 ayat (1) KUHP.

"Meminta kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara ini, menjatuhkan pidana kepada terdakwa selama 10 bulan penjara," kata Zahri Aeniwati, dalam tuntutannya yang didengarkan terdakwa secara virtual.

HOAKS Wali Kota Semarang dan Satpol PP Akan Gelar Razia Gerakan Disiplin Siswa

Penipu Tak Sadar Berurusan dengan Anak Presiden, Kaesang Pangarep: Nanti ada yang Ketuk Rumah

Hotman Paris Izinkan Anaknya Menikah Dengan Nikita Mirzani Tapi Harus Mau Satu Syarat Ini

Cara Membuat Avatar Facebook, Ubah Tampilanmu Menjadi Keren Seperti Bintang K-Pop Idolamu

Tuntutan pidana terhadap terdakwa tersebut nantinya dikurangkan dengan lamanya masa tahanan yang dijalani terdakwa sejak penyidikan hingga putusan dijatuhkan.

Menanggapi tuntutan tersebut, penasihat hukum terdakwa, Chyntya Alena Gabby didampingi Sudiyono menyatakan, akan mengajukan pembelaan secara maksimal pada persidangan selanjutnya.

Menurutnya, tuntutan yang diberikan jaksa terhadap terdakwa tersebut terlalu berat untuk skala kasus tersebut.

Padahal, kasusnya hanya berupa penamparan yang disebabkan terdakwa emosi.

"Kasusnya remeh temeh tapi tuntutannya 10 bulan penjara. Itu terlalu berat," kata Gabby, sapaannya.

Meski begitu, Gabby mengungkapkan tetap menghormati tuntutan jaksa.

Pihaknya berharap majelis hakim dapat memberikan putusan yang langsung bebas mengingat terdakwa sudah cukup lama berada dalam tahanan yaitu 5 bulan.

Perlu diketahui, kasus pemukulan perawat dengan terdakwa Budi Cahyono terjadi di Klinik Pratama Dwi Puspita, Semarang Timur, pada 9 April 2020 lalu.

Saat itu terdakwa membawa anaknya yang sedang sakit batuk dan panas untuk berobat. Ketika datang, terdakwa tidak mengenakan masker padahal sedang pandemi Covid-19.

Sesuai aturan, klinik tidak melayani pasien yang tidak memakai penutup hidung dan mulut.

Melihat kedatangan terdakwa Budi, Hidayatul Munawaroh seorang perawat di Klinik Pratama kemudian menegur dan menyarankan pulang dulu mengambil masker.

Namun terdakwa tidak mau.

Terdakwa justru marah-marah lalu memukul kepala Hidayatul sekkali dengan tangan kosong.

Atas perbuatannya, jaksa Kejari Semarang mendakwa Budi Cahyono dengan pasal berlapis yaitu melanggar Pasal 335 ayat (1) dan Pasal 351 ayat (1) ke-1 KUHP. (M Zainal Arifin)

Peruntungan Shio Besok Kamis 3 September 2020

Viral Ambulans Bawa Pasien Kritis Hampir Tabrak Pembatas Jalan Karena Dihalangi Brio Kuning

Bantah Kota Semarang Tertinggi Covid-19, Hendi Tegaskan Pentingnya Sinkronisasi Data

Kabar Gembira, 2 Pemain Asing PSIS Semarang Bakal Kembali Gabung Tim

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved