Breaking News:

Bea Cukai Tanjung Emas

Fasilitasi Impor Sementara Helikopter, Bea Cukai Tanjung Emas Berperan Aktif Penanganan Karhutla

Fasilitasi Impor Sementara Helikopter, Bea Cukai Tanjung Emas Berperan Aktif Dalam Penanganan Karhutla

IST
Situasi pengawasan unloading Helikopter Mi 8AMT dari pesawat angkut IL-76 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Di tengah pandemi Covid-19 ini, muncul kekhawatiran timbulnya bencana lainnya di Indonesia.

Bencana itu berupa kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla.

Atas kekhawatiran tersebut, BNPB memberlakukan siaga darurat bencana asap akibat karhutla.

Dalam menangani bencana itu, BNPB memerlukan tambahan unit helikopter yang harus didatangkan dari luar negeri.

Bersinergi dengan Bea Cukai, BNPB mendatangkan dua helikopter dari Rusia untuk menanggulangi hal tersebut.

Melalui Bandara International Ahmad Yani Semarang, dua helikopter tersebut berhasil didatangkan dengan diangkut oleh pesawat angkut AVIACON ZITOTRANS AIR dengan nomor penerbangan RA-78765.

Pesawat ini tiba di Bandara Ahmad Yani Semarang, Minggu (13/9/2020).

Mendarat pukul 12.45 WIB, terlebih dahulu para crew pesawat pengangkut IL-76 mengikuti pemeriksaan oleh kantor kesehatan pelabuhan untuk mencegah penyebaran penularan pandemi Covid-19.

Setelah dinyatakan bebas dari Covid-19, selanjutnya para crew pesawat yang mengangkut 2 helikopter diperiksa oleh otoritas CIQ bandara Ahmad Yani sebelum melakukan off loading atau bongkar muat pesawat di Lanumad Ahmad Yani.

Dalam proses importasi 2 helikopter ini, Bea Cukai Tanjung Emas memberikan peran aktif berupa pemberian “Fasilitas Impor Sementara Yang Diberikan Pembebasan Bea Masuk”.

Sebanyak 2 unit helikopter yang diimpor oleh PT. National Utility Helicopters dan PT. Gemahripah Abadi Selara mendapat fasilitas tersebut.

Dua heli dengan jenis Mi 8AMT ini direncanakan akan digunakan oleh BNPB dalam penanganan Karhutla di 6 provinsi yang sedang siaga darurat karhutla, yaitu Provinsi Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

“Bentuk komitmen kami untuk ikut andil dalam pembangunan negara dengan pemberian fasilitas pembebasan bea masuk karena ini untuk kepentingan nasional. Mengutip quote dari Bu Menteri Keuangan Sri Mulyani 'Jangan Pernah Lelah Mencintai Negeri Ini', mari saling mengambil peran untuk mewujudkan Indonesia Maju,” tutur Anton Martin. (Adv)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved