Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Lewat Perang, Israel Duduki Paksa Wilayah Palestina hingga Terus Perluas Perbatasan, Ini Catatannya

Lebih dari 70 tahun setelah Israel mendeklarasikan diri sebagai sebuah negara, batas-batas wilayah negara itu belum juga selesai.

Editor: m nur huda
BBC INDONESIA
Peta wilayah Palestina sesuai Palestine Mandate 1922. 

Wilayah Israel meluas berlipat ganda.

Israel secara efektif mencaplok Yerusalem Timur - mengklaim seluruh kota sebagai ibu kotanya - dan Dataran Tinggi Golan.

Langkah ini tidak diakui oleh komunitas internasional, sampai ketika Amerika Serikat di bawah pemerintahan Trump mengubah posisi resminya - menjadi negara besar dunia pertama yang melakukannya.

Secara meluas, opini internasional terus menganggap Yerusalem Timur dan Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah yang diduduki.

Peta wilayah Israel usai perjanjian damai dengan Mesir pada 1982.
Peta wilayah Israel usai perjanjian damai dengan Mesir pada 1982. (BBC INDONESIA)

Salah satu garis perbatasan darat Israel yang disepakati untuk pertama kalinya terjadi pada tahun 1979, ketika Mesir menjadi negara Arab pertama yang mengakui negara Yahudi dan batas wilayahnya.

Di bawah perjanjian itu, perbatasan Israel dengan Mesir ditetapkan dan Israel menarik semua pasukan dan penduduknya dari wilayah Sinai, sebuah proses yang diselesaikan pada tahun 1982.

Di sisi lain, perjanjian itu membuat Israel menduduki Jalur Gaza, Yerusalem Timur dan Dataran Tinggi Golan, sebagai garis batasnya (sebelumnya dikuasai Mesir), sesuai dengan garis gencatan senjata 1949.

Peta wilayah Israel terbaru. Status dan garis batas final di Tepi Barat, Gaza, dan Yerusalem Timur telah dinegosiasikan antara Israel dan Palestina, namun pembicaraan selama beberapa dekade belum membuahkan hasil.
Peta wilayah Israel terbaru. Status dan garis batas final di Tepi Barat, Gaza, dan Yerusalem Timur telah dinegosiasikan antara Israel dan Palestina, namun pembicaraan selama beberapa dekade belum membuahkan hasil. (BBC INDONESIA)

Pada tahun 1994, Yordania menjadi negara Arab kedua yang mengakui Israel dengan menyepakati garis batas yang panjang dengan Israel.

Kemudian, meskipun belum ada perjanjian damai antara Israel dan Lebanon, garis gencatan senjata tahun 1949 kedua negara berfungsi sebagai perbatasan wilayah utara Israel secara de facto, sementara perbatasan Israel dengan Suriah hingga kini tetap tidak jelas.

Sama halnya, Israel telah memiliki perbatasan de facto dengan Gaza sejak menarik pasukan dan penduduknya keluar pada 2005, tetapi Gaza dan Tepi Barat dianggap sebagai satu kesatuan yang diduduki oleh PBB, dan perbatasan resmi belum ditentukan.

Status dan garis batas final di Tepi Barat, Gaza, dan Yerusalem Timur telah dinegosiasikan antara Israel dan Palestina, namun pembicaraan selama beberapa dekade belum membuahkan hasil.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menang Perang, Garis Batas Israel Meluas Berlipat Ganda, Begini Perkembangannya..."

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved