Berita Internasional

Hassan Rouhani Sebut AS Biadab atas Sanksi yang Dijatuhkan kepada Iran

Hassan Rouhani, Presiden Iran, menuduh Amerika Serikat ( AS) telah melakukan "kebiadaban".

net
Presiden Iran Hassan Rouhani 

TRIBUNJATENG.COM, TEHERAN - Hassan Rouhani, Presiden Iran, menuduh Amerika Serikat ( AS) telah melakukan "kebiadaban".

Yakni karena membuat Iran merugi 150 miliar dollar AS (Rp 2.240 triliun) akibat sanksi yang dijatuhkan.

Presiden Iran mengungkapkannya pada Sabtu (26/9/2020) dan mengatakan Iran harus mengarahkan kemarahan mereka ke Gedung Putih.

Ramos Horta Murka, Kenapa 2 Bank dari Indonesia Ini Masih Menjadi Pilihan Warga Timor Leste

Klaster Baru, Kadinkes Kota Semarang Minta Warga Tak Datang Takziah Jika Tetangga Belum Ditracing

Suasana Riang Tiba-tiba Tegang saat Pak Kades Kejar Penari Jaipong, Warga Histeris

50 Orang Tewas Kecelakaan di Denpasar Bali, Ini Kata Iptu Ni Luh Tiviasih

"Dengan sanksi ilegal dan tidak manusiawi, dan tindakan teroris, AS telah menimbulkan kerugian sebesar 150 miliar dollar AS (Rp 2.240 triliun) kepada rakyat Iran," kata Rouhani disiarkan televisi pemerintah.

Suara Rouhani terdengar bergetar karena murka sebagaimana dilansir dari Reuters.

"Kami belum pernah melihat kebiadaban yang begitu luas ...

Alamat untuk kutukan dan kebencian rakyat Iran adalah Gedung Putih," tambah Rouhani.

Ketegangan antara Washington dan Teheran telah meningkat sejak Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran pada 2018.

Padahal kesepakatan tersebut diinisiasi oleh pendahulu Trump, Barrack Obama.

Setelah menarik diri dari perjanjian itu, Trump mulai menerapkan kembali sanksi kepada Iran yang telah dikurangi berdasarkan perjanjian tersebut.

Iran tidak terima atas perlakuan AS dan secara bertahap telah melanggar kesepakatan itu menurut Badan Energi Atom Internasional ( IAEA).

Pelanggaran yang dilakukan Iran termasuk melampaui batas pengayaan uranium yang diizinkan untuk keperluan nuklir.

Pada Senin (21/9/2020), Washington memberlakukan sanksi baru terhadap Kementerian Pertahanan Iran dan pihak lain yang terlibat dalam program senjata dan nuklir Iran.

Pada Kamis (24/9/2020), AS memasukkan beberapa pejabat dan entitas Iran ke daftar hitam atas dugaan pelanggaran berat hak asasi manusia (HAM).

Di dalam daftar tersebut, ada nama hakim yang dikatakan terlibat dalam kasus pegulat Iran yang dijatuhi hukuman mati.

Rouhani tidak memberikan rincian tentang kerusakan dan kerugian ekonomi yang dia klaim telah terjadi karena sanksi tersebut. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Iran Murka, Sebut AS "Biadab" atas Sanksi yang Telah Dijatuhkan"

Remaja yang Menari Setelah Membunuh Diganjar Hukuman Penjara Seumur Hidup

Seorang Kakek Terjaring Razia Hotel, Janji Nikahi Pasangan yang Berusia 22 Tahun

Tak Hanya Dipalak, Dua Sejoli Ini Dipaksa Berhubungan Seks di Pinggir Jalan lalu Direkam

Gibran Blusukan Online, Ganjar Pranowo Apresiasi Cara Kreatif Putra Jokowi

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved