Kesehatan
Waspadai 5 Penyakit Berbahaya Akibat Kekurangan Sinar Matahari!
Sinar matahari merupakan sumber vitamin D dan penting untuk tubuh agar terhindar dari berbagai penyakit.
TRIBUNJATENG.COM - Sinar matahari merupakan sumber vitamin D dan penting untuk tubuh agar terhindar dari berbagai penyakit.
Di rumah saja selama pandemi Covid-19 bukan berarti Anda tidak mendapatkan cukup sinar matahari.
Lalu, apa yang terjadi pada tubuh jika Anda kekurangan sinar matahari?
• Pesawat Tempur Armenia Ditembak Jet F-16 Turki, Pilot Tewas
• BREAKING NEWS. Pegawai Kemkumham Jateng Meninggal di Rumah Dinas, Baru 2 Minggu Tugas di Semarang
• Viral Air Laut di Pantai Benteng Portugis Jepara Surut Jauh Mirip Tanda-tanda Sebelum Tsunami Datang
• JLU Kabupaten Kebumen Terkendala Jalan yang Melintas di Lahan Perhutani
1. Tulang yang lemah
Kalsium dan vitamin D telah lama dikenal sebagai nutrisi penting dan diperlukan untuk kesehatan tulang dan mineralisasi.
Kalsium diserap di usus halus dengan bantuan vitamin D.
Kekurangan sinar matahari menyebabkan penurunan penyerapan kalsium, dan akibatnya, melemahnya struktur tulang.
Orang yang tidak mendapatkan cukup sinar matahari menderita sakit tulang, kelemahan otot, rakhitis, osteomalasia, dan osteoporosis.
2. Kelainan bentuk kaki
Karena vitamin D memfasilitasi penyerapan fosfat dan kalsium melalui pencernaan, ini bisa sangat berguna dalam menangani masalah yang berhubungan dengan tulang.
Kekurangan kalsium pada tulang menyebabkan perubahan struktur tulang dan deformasi tulang.
Meningkatkan asupan vitamin D dalam bentuk suplemen atau dengan membuat diri Anda terpapar sinar matahari dapat membantu mempertahankan tingkat kalsium yang tepat di tulang dan sel.
Vitamin D dapat digunakan untuk mengontrol atau mencegah nyeri kaki kronis, terutama yang berhubungan dengan kondisi seperti osteoporosis, plantar fasciitis, artritis, dan radang sendi dan tendon lainnya.
3. Kanker kolorektal
Penelitian telah menunjukkan bahwa paparan sinar matahari yang rendah dan, oleh karena itu, jumlah vitamin D yang tidak mencukupi dalam sel pada akhirnya dapat menyebabkan perkembangan kanker kolorektal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-olahraga-lari_20180910_223855.jpg)