Rabu, 15 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Area Perang Armenia-Azerbaijan Makin Meluas, Rusia Bakal Diminta Kerahkan Militer

Perang Armenia-Azerbaijan memasuki hari keempat pada Rabu (30/9/2020), dalam letusan terbesar dari konflik mereka yang telah berlangsung selama puluha

Editor: m nur huda
AP/Sipan Gyulumyan
Seorang prajurit Armenia menembakkan meriam ke arah posisi Azerbaijan di wilayah separatis Republik Nagorny-Karabakh yang memproklamirkan diri, Azerbaijan, Selasa, 29 September 2020. 

TRIBUNJATENG.COM - Perang Armenia-Azerbaijan memasuki hari keempat pada Rabu (30/9/2020), dalam letusan terbesar dari konflik mereka yang telah berlangsung selama puluhan tahun sejak gencatan senjata 1994.

Melansir Reuters, Azerbaijan dan Armenia mengatakan, ada serangan dari kedua belah pihak di beberapa arah di sepanjang garis kontak di Nagorno-Karabakh yang memisahkan kedua negara.

Pertempuran telah menyebar jauh melampaui perbatasan di Nagorno-Karabakh, mengancam akan meluap menjadi perang habis-habisan antara bekas republik Soviet di Azerbaijan dan Armenia.

MA Kurangi Hukuman Anas Urbaningrum 6 Tahun Penjara, KPK: Tak Ada Upaya Hukum Lain

Sutradara Film G30S/PKI Akui Ada Rekayasa Penyiksaan Jenderal Sebelum Masuk Lubang Buaya

WNI yang Jadi Sandera Abu Sayyaf Tewas saat Baku Tembak dengan Aparat Filipina

Asik Main di Pinggir Sungai, 3 Bocah Kaget Lihat Janin Tenggelam, Diduga Hasil Aborsi

Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan, yang berbicara melalui telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa (29/9/2020), menyatakan, saat ini dia tidak mempertimbangkan untuk meminta bantuan berdasarkan perjanjian keamanan pasca-Soviet.

Tetapi, tidak menutup kemungkinan untuk melakukannya.

"Armenia akan memastikan keamanannya, dengan partisipasi dari Organisasi Traktat Keamanan Kolektif (CSTO) atau tanpa itu," kata Pashinyan seperti dikutip kantor berita Rusia dan Reuters lansir.

Pashinyan mengatakan, dia dan Putin belum membahas kemungkinan intervensi militer Rusia dalam konflik Nagorno-Karabakh.

CSTO adalah aliansi militer yang ditandatangani pada 15 Mei 1992. Enam negara bekas Soviet—Rusia, Armenia, Kazakhstan, Kirgizstan, Tajikistan, dan Uzbekistan—menandatangani traktat tersebut.

Nagorno-Karabakh adalah wilayah yang memisahkan diri di dalam Azerbaijan, tetapi dijalankan oleh etnis Armenia dan mendapat dukungan dari Armenia. 

Wilayah tersebut memisahkan diri dari Azerbaijan dalam perang pada tahun 1990-an, namun tidak diakui oleh negara mana pun sebagai republik merdeka.

Langkah apa pun untuk berperang habis-habisan dapat menyeret Rusia dan Turki, yang merupakan sekutu dekat Azerbaijan.

Kantor Kejaksaan Agung Azerbaijan mengatakan pada Rabu (30/9/2020), tujuh warga sipil terluka akibat penembakan di Kota Terter, yang berbatasan dengan Nagorno-Karabakh.

Menurut Kementerian Pertahanan Azerbaijan, pasukan Armenia berusaha untuk mengambil tanah yang hilang dengan melancarkan serangan balik ke arah Madagiz. Tetapi, pasukan Azerbaijan menangkis serangan itu.

Kementerian Pertahanan Armenia menyebutkan, tentara Azerbaijan menembaki seluruh garis depan pada malam hari.

Tapi, dua drone Azerbaijan ditembak jatuh di Kota Stepanakert, menurut Pusat Pemerintahan Nagorno-Karabakh.

Puluhan orang dilaporkan tewas dan ratusan lainnya luka-luka sejak gelombang baru pertempuran meletus pada Minggu (28/9/2020).(*)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Pertempuran dengan Azerbaijan kian sengit, Armenia mungkin minta bantuan Rusia

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved