Berita Internasional
WHO Sebut Perang Armenia-Azerbaijan Telah Abaikan Protokol Kesehatan, Penyebaran Virus Corona Meluas
Perang Armenia-Azerbaijan di Nagorno-Karabakh telah membantu menyebarkan virus corona di wilayah tersebut. Tak ada protokol kesehatan sama sekali
TRIBUNJATENG.COM, JENEWA - Perang Armenia-Azerbaijan di Nagorno-Karabakh telah membantu menyebarkan virus corona di wilayah tersebut.
Hal itu disampaikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) pada Selasa (13/10/2020) sebagaimana dilansir dari AFP.
"Seperti yang telah kami katakan berulang kali, Covid-19 tidak memedulikan perbatasan atau garis," kata Juru Bicara WHO Tarik Jasarevic dalam konferensi pers.
Baca juga: SBY Merasa Dituduh Jadi Dalang Demo UU Cipta Kerja Oleh Seorang di Lingkaran Jokowi
Baca juga: Polri Belum Beri Kejelasan, Kelanjutan Liga 1 2020 Masih Tahap Koordinasi
Baca juga: Pentolan FPI Rizieq Shihab Akan Pulang Ke Indonesia, Klaim Bebas dari Denda Arab Saudi
Baca juga: Hasil Kualifikasi Piala Dunia 2022: Argentina Menang Meski Lionel Messi Tak Berdaya di Atas Gunung
Jasarevic menambahkan mobilisasi pasukan dan perpindahan penduduk membuat virus dapat menyebar dengan luas.
Dia berujar WHO akan terus mendukung negara yang menangani virus corona memperluas operasinya untuk mengatasi kebutuhan kesehatan yang meningkat.
WHO mengatakan pertempuran tersebut juga telah mengganggu sistem perawatan kesehatan yang telah mengendur dan kedua negara telah melihat peningkatan penularan virus corona.
Kasus Covid-19 terbaru yang dilaporkan di Armenia meningkat dua kali lipat selama 14 hari terakhir.
Sementara di Azerbaijan, kasus virus corona terbaru meningkat sekitar 80 persen selama sepekan terakhir.
Pertempuran di wilayah tersebut telah berlangsung lebih dari dua pekan sejak pecah pada 27 September yang menyebabkan hampir 600 orang tewas.
Peperangan berdarah antara Baku dan Yerevan juga masih terus berlanjut meski kedua belah pihak setuju unutk melakukan gencatan senjata yang ditengahi Rusia pekan lalu.
Pecahnya pertempuran tersebut adalah konflik berdarah terbaru di wilayah Nagorno-Karabakh yang disengketakan antara Azerbaijan dan Armenia.
Konflik tersebut juga merupakan konflik yang paling intens sejak gencatan senjata tahun 1994 antara kedua negara pasca-keruntuhan Uni Soviet.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "WHO: Pertempuran Azerbaijan-Armenia Telah Membantu Menyebarkan Virus Corona"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kota-hancur-akibat-perang-armenia-azerbaijan.jpg)