Senin, 11 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Serangan 2 Rudal Armenia Merangsek ke Tengah Kota Azerbaijan, Warga Berlarian dari Puing

Serangan rudal Armenia menghancurkan beberapa rumah di kota Ganja, Azerbaijan tengah, pada Sabtu (17/10/2020).

Tayang:
Editor: m nur huda
AFP/BULENT KILIC
Tim penyelamat berjuang mengevakuasi korban di kota Ganja, Azerbaijan, pada Sabtu (17/10/2020) dini hari. Kota itu dihantam rudal Armenia di saat para warga sedang tidur. 

TRIBUNJATENG.COM, GANJA - Serangan rudal Armenia menghancurkan beberapa rumah di kota Ganja, Azerbaijan tengah, pada Sabtu (17/10/2020).

Seorang penduduk mengatakan ke jurnalis AFP, dia melihat tujuh korban ditarik keluar dari puing-puing.

Serangan itu terjadi beberapa jam setelah penembakan di ibu kota Nagorno-Karabakh, Stepanakert, menandai peningkatan baru dalam konflik yang telah berlangsung tiga minggu antara etnis Armenia dan Azerbaijan atas wilayah separatis.

Baca juga: Alasan Demonstran Thailand Pakai Salam 3 Jari hingga Saat Iringan Kerajaan Melintas

Baca juga: Tiga Beton Pembatas di Tegal Roboh Diseruduk Avanza, Sopir Diduga Mabuk Masih Dicari

Baca juga: Gejolak Politik di Thailand, Kemenlu Pastikan WNI Aman

Tim AFP di Ganja melihat satu blok bangunan hancur menjadi puing-puing, dengan orang-orang melarikan diri dari tempat kejadian sambil berurai air mata.

Beberapa orang mengenakan baju handuk dan piyama, karena serangan terjadi tengah malam, dan banyak juga orang-orang yang lari memakai sandal rumah.

Puluhan petugas penyelamat dengan helm merah berjibaku menemukan korban dengan tangan kosong di kegelapan.

Beberapa jam setelah pencarian, satu tim membawa tas hitam berisi bagian-bagian tubuh ke dalam ambulans, termasuk kepala dan lengan.

Hikmat Hajiyev Asisten Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev berkicau di Twitter, menurut "informasi awal, lebih dari 20 rumah hancur".

Sementara itu distrik permukiman lainnya di Ganja juga terkena rudal dan menewaskan 10 warga sipil Minggu pekan lalu (11/10/2020).

Perintah diam

Tim penyelamat harus diam agar mereka dapat mendeteksi suara orang-orang yang selamat.

Seorang saksi mata mengatakan, dia melihat seorang anak kecil, dua perempuan, dan empat pria dikeluarkan dari puing-puing meski kondisi mereka belum diketahui apakah selamat atau tidak.

"Seorang wanita kehilangan kakinya. Seseorang lainnya kehilangan satu lengan di siku," ungkap Elmir Shirinzaday (26) dikutip dari AFP.

AFP kemudian melihat tiga orang lagi dibawa dengan tandu, walau juga belum jelas apakah mereka tewas atau hidup.

"Istri saya di sana, istri saya di sana," seorang pria menangis saat digotong menuju ambulans oleh seorang paramedis.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved