Anisa: Mengasuh Anak Harus dilakukan Kedua Orangtua
Puspaga Jateng banyak temukan permasalahan bahwa anak lebih patuh terhadap salah satu orangtua dalam hal ini ibu.
Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: sujarwo
Tantangan orangtua ialah menciptakan pengalaman-pengalaman kepada anak sehingga anak akan tumbuh dan berkembang dengan baik.
"Ada paradigma yang salah, menganggap anak miniatur orang tua padahal tidak sepenuhnya seperti itu. Orangtua harusnya memandang anak itu spesial, unik, berbeda dengan yang lain," katanya.
Aziz mengatakan mendidik anak adalah tugas orang tua bukan hanya tugas ibu sehingga ada istilah parenting bukan ibuting.
Masyarakat masih ada yang membedakan bahwa ruang dapur adalah ibu dan ayah adalah bekerja.
Kendati demikian, data yang ia peroleh milenial kini lebih saling memahami untuk pembagian dalam rumah tangga. Masyarakat mulai sadar bahwa peran ayah dalam pengasuhan sama dengan peran ibu.
"Masyarakat sudah bisa mulai sadar bahwa peran ayah dalam pengasuhan anak sama pentingnya. Porsi pengasuhan ayah sudah mulai ada 50% 50% dengan ibu, sudah mulai ada kesadaran ayah berperan serta dalam pengasuhan anak," lanjut dia.
Jika masih ada anggapan bahwa anak menjadi tugas ibu, Aziz mengatakan harus mulai disadarkan. Ia menambahkan peran dan fungsi keluarga mengasuh anak itu masing-masing ada.
Aziz menilai ada kesalahan pembelajaran di sekolah dasar yang menerangkan bahwa tugas ayah bekerja dan ibu memasak. Ia mengatakan sekolah harus mendukung, harus diberikan pengetahuan tentang ini dan didukung regulasi oleh pemerintah.
"Di sekolah dasar saja sudah salah, anak-anak diberi pemahaman bahwa "Ayah bekerja, Ibu memasak" ini harus diubah. Sekolah harus mendukung dan harus ada regulasi yang dikeluarkan pemerintah," katanya. (*)
--