Berita Internasional
Sejumlah Pelajar Korea Utara Diduga Terpapar Covid-19 Setelah Parade Militer
Pembukaan sekolah di Korea Utara ditunda setelah beberapa murid menunjukan gejala virus corona Covid-19.
TRIBUNJATENG.COM, PYONGYANG - Pembukaan sekolah di Korea Utara ditunda setelah beberapa murid menunjukan gejala virus corona Covid-19.
Meski, pemimpin tertinggi mereka, Kim Jong Un mengklaim pandemi tidak melanda negara itu.
Dilansir Daily Mirror, beberapa murid di Korea Utara dilaporkan mengalami demam dan masalah pernapasan usai acara parade militer besar-besaran yang dilaksanakan pada Sabtu (10/10/2020).
Baca juga: Nunung Tewas Kecelakaan di Tol Sragen, Pelayat Datangi Rumah Duka Waka DPRD Kabupaten Pekalongan
Baca juga: Video Viral Pemuda Tegal Maki Polisi Pakai Dialek Ngapak
Baca juga: Mahasiswa Mengaku Dapat Ancaman Hingga Intimidasi dari Orang yang Mengaku dari DPRD Banyumas
Baca juga: UU Cipta Kerja, Mahfud MD Akui Jumlah Pesangon Buruh Hanya 25 Kali Upah Tapi Ada Jaminan Hukum
Kementerian pendidikan negara itu telah merencanakan pada 1 November bagi departemen pendidikan provinsi dan kota untuk kembali membuka kegiatan belajar mengajar di sekolah.
"Jumlah pasien demam telah meningkat secara nasional sejak parade, dan angka Komite Anti-epidemi Pusat menunjukkan bahwa 18 persen dari mereka yang memiliki gejala adalah pelajar," sumber di Provinsi Pyongan Utara mengatakan kepada Daily NK.
Akhirnya, sekolah-sekolah membatalkan pembukaan kembali sebelum pemberitahuan lebih lanjut.
Hal itu berlaku sama untuk universitas karena menurut sumber anonim kepada Daily NK, banyak mahasiswa yang berpartisipasi dalam parade militer dan menderita gejala demam juga masalah pernapasan.
Sementara 27 peserta dari Universitas Pendidikan Jasmani Choson yang terlibat dalam parade dilaporkan menderita TBC.
Namun, menurut yang diwartakan Mirror, ada dugaan bahwa kasus ini sebenarnya bisa dikonfirmasi sebagai kasus virus corona.
Menurut Daily NK juga, di Provinsi Pyongan Utara, para guru dan dokter mengunjungi rumah murid mereka selama akhir pekan untuk memeriksa kesehatan mereka dan mengajukan laporan sesuai perintah dari departemen pendidikan provinsi.
Sebuah sumber anonim mengatakan bahwa program kembali ke sekolah telah ditunda untuk "secara akurat memahami kesehatan para murid setelah acara besar parade", menghindari agar masalahnya tidak menjadi "serius".
Staf dari rumah sakit khusus dan distrik di Pyongyang juga melakukan tes dahak dan suhu, serta melakukan scanning pada pelajar yang ikut serta dalam acara tersebut. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Usai Parade Militer, Beberapa Pelajar Korea Utara Diduga Terinfeksi Covid-19"
Baca juga: Bos Panti Pijat Positif Covid-19 Kabur dari Ambulans dan Berbaur dengan Massa Demo UU Cipta Kerja
Baca juga: Ardi Bakrie Sebut Nia Ramadhani seperti Istri Baru gara-gara Ini
Baca juga: Terima Orderan dari Rossa, Driver Ojol Ini Dapat Golden Ticket Setelah Berduet
Baca juga: Seorang Ibu Cekik Ketiga Putrinya karena Khawatir Tak Bisa Bertemu Lagi dengan Mereka
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kim-jong-un-nangis.jpg)