Breaking News:

10 Tahun Letusan Gunung Merapi

Cerita Para Pengamat Gunung Merapi, Jauh dari Permukiman Saksikan Gulungan Awan Panas

Jauh dari permukiman penduduk, bekerja dalam sunyi, dan di garis terdepan saat gunung itu menggelegak Oktober-November 2010. Inilah suka duka mereka.

TWITTER/BPPTKG
Gunung Merapi meletus hari ini, Minggu (17/11/2019) pukul 10.46 WIB. 

TRIBUNJATENG.COM, YOGYAKARTA - Mereka kerap terlupakan di tengah krisis maupun situasi normal. Para penjaga pos pengamatan Gunung Merapi.

Jauh dari permukiman penduduk, bekerja dalam sunyi, dan di garis terdepan saat gunung itu menggelegak Oktober-November 2010. Inilah suka duka mereka.

MALAM itu, 29 Oktober 2010, komplek PGM Babadan Magelang bergetar. Kaca jendela, kaca pintu, bahkan dinding dan lantai seperti berderak-derak.

Dusun Trayem, perkampungan terdekat dari pos Babadan, Krinjing, sudah melompong. Semua penduduknya mengungsi ke arah Sewukan, Talun, Dukun, hingga Muntilan Magelang dan sekitarnya.

Itu hari ketiga Merapi mengamuk. Yulianto, petugas pengamatan PGM Babadan ada di kantornya. Ia sekilas melihat nyala api di puncak.

Yulianto (celana loreng), Sapari dan Suratno saat berada di puncak Merapi 26 Oktober 2011 bersama tim Ekspedisi Sabuk Merapi - Tribun Jogja.
Yulianto (celana loreng), Sapari dan Suratno saat berada di puncak Merapi 26 Oktober 2011 bersama tim Ekspedisi Sabuk Merapi - Tribun Jogja. (TRIBUNJOGJA.com | Setya Krisna Sumargo)

Di kegelapan malam, ia membidikkan kamera. Tiba-tiba bongkahan hitam sangat besar terangkat seperti didorong kolom api dari bawah. Melambung vertikal sekitar 50 meter, lalu terjatuh lagi.

Lava pijar muncrat, menyelimuti puncak Merapi di segala arah diikuti gulungan awan panas. Langit di atas gunung terang benderang.

Pantulannya menyebar sangat cepat, membuat nyala merah tampak jelas di kaca-kaca pos. Cekrek! Cekrek! Cekrek! Yulianto masih ingat ia tiga kali menembakkan tombol rana, sebelum melompat kabur meninggalkan pos.

“Sempat saya lihat, fotonya jelas ada terekam,” kata Alex, panggilan udara Yulianto.

Paginya saat kamera diperiksa, tiga frame foto itu menyisakan warna hitam belaka. Fotonya lenyap tak berbekas.

Halaman
1234
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved