Minggu, 26 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

MUI Serukan Boikot Produk Perancis Sampai Presiden Macron Minta Maaf

Seruan itu disampaikan MUI setelah mencermati dan memperhatikan sikap Emmanuel Macron yang tidak menggubris sedikit pun peringatan umat Islam sedunia

Editor: rustam aji
HAZEM BADER / AFP
Warga Palestina menginjak foto Presiden Prancis Emmanuel Macron saat demonstrasi menentangnya di Universitas Teknik Palestina di al-Aroub, utara kota Hebron, Tepi Barat, Selasa (27/10). Seruan untuk memboikot barang-barang Prancis tumbuh di sejumlah negara mayoritas Muslim, menyusul ucapan Presiden Emmanuel Macron yang dinilai menghina Islamis dan kaumMuslim. 

Macron menjadi sorotan setelah menyatakan bahwa ia tak melarang Charlie Hebdo menerbitkan kartun Nabi Muhammad. Ia juga mengatakan Islam adalah  "agama yang sedang mengalami krisis di seluruh dunia."

Macron melontarkan pernyataan ini sebagai respons atas pemenggalan guru yang membahas karikatur Nabi di Charlie Hebdo, Samuel Paty (47), di Eragny, oleh pendatang dari Chechnya, Abdoullakh Abouyezidovitch (18).

"Sekularisme adalah pengikat persatuan Perancis. Jangan biarkan kita masuk ke dalam perangkap yang disiapkan oleh kelompok ekstremis, yang bertujuan melakukan stigmatisasi terhadap seluruh Muslim," ujar Macron.

Menteri Agama RI, Fachrul Razi, juga mengkritik keras pernyataan tersebut. Ia menilai perkataan Macron melukai perasaan umat karena menghina simbol agama Islam. Menurutnya, kebebasan berpendapat tidak boleh melampaui batas sehingga mencederai kehormatan, kesucian, dan kesakralan nilai dan simbol agama apa pun.

"Menghina simbol agama adalah tindakan kriminal. Pelakunya harus bertanggung jawab atas perbuatannya dan ditindak sesuai ketentuan hukum," kata Fachrul dalam keterangan resminya, Kamis (29/10).

Ia mendukung sikap Kementerian Luar Negeri RI yang memanggil Duta Besar Perancis serta menyampaikan kecaman terhadap pernyataan Macron yang dinilai menghina Islam.

Kendati demikian, Fachrul mengimbau umat Islam di Indonesia tidak terpancing melakukan tindakan anarkis dalam merespon pernyataan Macron. Ia mengingatkan ajaran Islam tidak membenarkan tindakan main hakim sendiri, terlebih dengan melakukan pembunuhan. Menurutnya, Islam adalah agama yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.(tribun network/rin/dod)

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved