Berita Internasional
Australia Borong 200 Rudal Javelin dari Amerika Serikat Seharga 46 Juta Dolar
Amerika Serikat (AS) mengumumkan telah menyetujui penjualan 200 rudal Javelin tambahan ke Australia seharga 46 juta dolar AS.
TRIBUNJATENG.COM, WASHINGTON - Australia memborong senjata tempur berupa rudal Javelin dari Amerika Serikat sejumlah 200 unit.
Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan (DSCA) Amerika Serikat (AS) mengumumkan bahwa pemerintah AS telah menyetujui penjualan 200 rudal Javelin tambahan ke Australia seharga 46 juta dolar AS.
"Departemen Luar Negeri (AS) telah membuat keputusan untuk menyetujui kemungkinan penjualan rudal Javelin dan peralatan terkait, kepada pemerintah Australia dengan perkiraan biaya 46 juta dolar AS," kata lembaga tersebut dalam rilis itu pada Jumat lalu.
DSCA pun menyampaikan sertifikasi yang diperlukan untuk memberitahu Kongres AS tentang kemungkinan dilakukannya transaksi penjualan.
Baca juga: Heboh Pesepeda di Sleman Diteror Cairan Mirip Air Keras, Terasa Gatal & Panas
Baca juga: Viral Video Wisatawan Asal Jateng Terjun dari Tebing Pantai Ngandong Gunungkidul, Kesulitan Menepi
Baca juga: Mengenal Irjen Ignatius Sigit, Kadiv Propam yang Meninggal, dari Salatiga hingga di Densus 88
Baca juga: Penyebab & Dampak Gempa Turki hingga Tsunami, 22 Tewas Sejumlah Nelayan Hilang
Dikutip dari laman Sputnik News, Sabtu (31/10/2020), pemerintah Australia telah meminta untuk membeli 200 rudal Javelin FGM-148E melalui bantuan teknis pemerintah AS dan elemen terkait logistik serta program pendukungnya.
Penjualan yang diusulkan ini disebut akan mendukung kebijakan luar negeri dan tujuan keamanan nasional AS.
"Angkatan Pertahanan Australia (ADF) berusaha untuk mengisi kekurangan jangka pendek dalam inventaris rudal Javelin untuk menjaga tingkat kesiapan yang sesuai. Penjualan yang diusulkan untuk peralatan dan dukungan ini tidak akan mengubah keseimbangan dasar militer di wilayah tersebut," jelas rilis itu.
Rudal yang dijual ini merupakan persediaan Angkatan Darat AS dan banyak digunakan dalam operasi tempur di Afghanistan dan Irak.
Selama ini, pasukan AS dan koalisi telah menggunakan Javelin pada lebih dari 5.000 operasi tempur sejak penempatannya pada 1996 silam.
Sudah Dimiliki Indonesia
Dalam kancah peperangan modern, bukan barang tentu akan ada pertempuran yang mempertemukan Infanteri dengan kompi lapis baja (Kavaleri).
Dilihat sekilas memang tak adil, infanteri harus berhadapan dengan mesin perang lapis baja, tentu banyak yang beranggapan tank akan mudah melibasnya.
Namun pertempuran modern tidak mengizinkan kejadian seperti itu berlangsung mudah.
Hal ini lantaran ditemukannya Anti-tank Guided Missile (ATGM) atau di Indonesia jamak disebut Senjata Lawan Tank yang bisa dipanggul oleh seorang prajurit infanteri.
Gunanya jika infanteri bertemu dengan kompi Kavaleri maka bisa melawan dan menghancurkannya.
Mengutip army-technology.com, Rabu (18/9/2019) tentara Indonesia khususnya di lini infanteri sekarang sudah dibekali dengan ATGM kenamaan buatan Amerika Serikat, FGM-148 Javelin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/rudal-javelin-atau-fgm-148-javelin-buatan-amerika-serikat.jpg)